Berita Balikpapan Terkini
Local Heroes, PHKT Dukung Kampung Kopi Luwak Ciptakan Produk Nusantara Menuju Internasional
Desa Prangat Prabu adalah desa yang dulunya para petani berfokus pada perkebunan karet. Namun, kondisi karet pada saat itu sangat tua dan tidak adany
Penulis: Amelia Mutia Rachmah |
Namun, adapula kesulitan yaitu dengan menyakinkan petani karet untuk membudidayakan kopi. Rindoni mengaku memang susah meyakinkan warga untuk fokus pada kopi.
"Kami meyakinkan bahwa kami tidak menganggu karet. Karet masih produksi dan masih sebagai pelindung. Kopi kami nyata dan jelas lebih menguntungkan dan kebun kopi kami hidupnya dibawah pohon karet jadi sama-sama simbiosis mutualisme," jelas Rindoni.
Rindoni juga mengaku, ada 60 hektare bibit lokal untuk dikembangkan.
Baca juga: Inovasi Sosial dan Lingkungan Menuju Proper Emas 2021, PHKT Lakukan Pembinaan Budi Daya Lalat Hitam
"Untuk tahun ini kami fokus pada penanaman. Targetnya 60 hektare karena rata-rata hektare menampung muatnya 500 pohon kami juga optimis karena kopi kami langka dan banyak yang nanya soal kopi kami," tuturnya.
Rindoni juga memaparkan memiliki rencana jangka panjangnya yaitu, ingin membangun area untuk warga minum kopi seperti kafe dengan kearifan lokal sembari menikmati kopi lokal dan menjadi argowisata juga nantinya.
"Kami harap karena kopi ini banyak peminat dan dicari orang kami berharapnya kopi ini dan produksi kami dapat menjangkau internasional nantinya," katanya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.