Berita Kaltim Terkini

Tingkatkan Populasi Sapi, Disnakeswan akan Manfaatkan Lahan Eks Tambang Sesuai Arahan Gubernur

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menyambut arahan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor terkait pemanfaatan lahan eks tambang yang tidak lag

TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Ilustrasi sapi ternak di kawasan Tanjung Batu, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sebagian hewan kurban di Kaltim didatangkan dari luar daerah terutama NTT dan Sulawesi. TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menyambut arahan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor terkait pemanfaatan lahan eks tambang yang tidak lagi produktif dan membangun kerja sama dengan perusahaan.

Kepala DPKH Kaltim Munawwar mengakui bahwa jumlah populasi ternak sapi masih kurang.

Pihaknya harus mendatangkan sapi dari luar Kaltim guna memenuhi konsumsi daging.

"Iya, setiap tahun kita butuh 100 ribu ekor sapi, sementara kita hanya mampu menyiapkan 25 persennya," tuturnya, Sabtu (16/4/2022).

Munawwar mengatakan, pihaknya kini berfokus pada program kerja serta adanya arahan Isran Noor dalam usaha peningkatan populasi sapi di Kaltim.

Baca juga: Sulap Lahan Eks Tambang untuk Pengembangan Ternak, Perusahaan Diminta Jangan Hanya Tanda Tangan MoU

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Singgung Wacana Lahan Eks Tambang Direklamasi jadi Lahan Tani

Dia menganggap memang perlu dilakukan upaya pengembangan kawasan peternakan melalui peran swasta.

"Pengembangannya melalui integrasi sapi dengan kebun kelapa sawit dan pengembangan di lahan eks tambang batu bara," terangnya.

Dilanjutkannya, bahwa pemegang PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) juga telah melakukan upaya pengembangan kawasan peternakan.

Tercatat pihak swasta bersama komunitas-komunitas peternakan seperti hal nya PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT MHU.

"Beberapa ada juga selain dua perusahaan besar, tentu kami berupaya ada dukungan semua pihak, baik itu IUP (izin Usaha Pertambangan), PKP2B serta integrasikan sawit dengan sapi yang akan dibuatkan Pergubnya," tuturnya.

Pihaknya juga mengedukasi dan membina masyarakat terkait penggunaan lahan eks tambang.

Baca juga: Wabup Tinjau Demplot Jagung di Lahan Eks Tambang, Optimistis Dongkrak Perekonomian Warga

Kawasan pertambangan yang sudah ada bakal berkelanjutan dikembangkan.

Sementara itu, kawasan yang masih belum tersentuh nantinya akan ada upaya pihaknya memenuhi agar kawasan peternakan bisa terus bertambah dan mampu meningkatkan jumlah populasi sapi.

Pengembangan kawasan dan penyediaan bibit ternak sapi pada tahun 2021 sendiri, dari tujuh IUP sudah menyumbang 123 ekor sapi, lalu 50 ekor lainnya telah ada di UPTD.

"Kawasan-kawasan ini yang kita berdayakan kegiatannya," ucap Munawwar.

Baca juga: Wabup Kukar Rendi Solihin Tinjau Lahan Eks Tambang Jadi Demplot Jagung, Sebut Potensi Ekonomi

Munawwar ingin ada peran serta semua pihak.

Pasalnya, terwujudnya pembangunan kawasan ini harus ada sinergi serta kerja sama peningkatan jumlah populasi sapi. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved