Berita Nasional Terkini

Penetapan Tersangka Mafia Minyak Goreng Bisa Hambat Arus Distribusi

Penetapan tersangka kasus minyak goreng dikhawatirkan akan berisiko menghambat arus distribusi

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
ILustrasi- Penetapan tersangka kasus minyak goreng dikhawatirkan akan berisiko menghambat arus distribusi. 

TRIBUNKALTIM.CO- Penetapan tersangka kasus minyak goreng dikhawatirkan akan berisiko menghambat arus distribusi.

Untuk itu, diminta pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi minyak goreng.

Hal ini disampaikan  Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal.

"Kalau yang diargumentasikan pelaku usaha bahwa yang ditangkap sudah mengikuti aturan tentu ini bisa justru mempersulit distribusi," kata Faisal saat dihubungi, Jumat (22/4/2022).

Dia meminta kepada pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi minyak goreng.

Baca juga: Penyaluran Bansos Sembako dan BLT Minyak Goreng di Paser Sudah Capai 90 Persen

Baca juga: Gelaran Pangan Murah di Samarinda Seberang, 5 Menit Habis 5 Kardus Minyak Goreng

Baca juga: Resep Pecel Goreng, Menu Takjil Buka Puasa yang Memiliki Cita Rasa Super Gurih

Pemerintah juga perlu menggunakan seluruh instrumen kebijakan dan perangkat yang dimiliki untuk menjamin ketersediaan minyak goreng setidaknya hingga Idulfitri.

Pasalnya, Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum meroketnya konsumsi masyarakat.

Menurut Faisal, penanganan kasus minyak goreng menjadi pekerjaan yang perlu segera diselesaikan.

"Ini perlu terus diusut karena tidak tertutup kemungkinan pihak-pihak lain terlibat," ujarnya.

Kejaksaan Agung telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus minyak goreng beberapa waktu lalu.

Di antaranya berasal dari Permata Hijau Group, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Musim Mas Picare Togare Sitanggang.

Penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi itu dinilai akan berdampak pada terhambatnya distribusi minyak goreng yang kini tengah diburu oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan ada keresahan dari perusahaan minyak goreng anggota GIMNI pasca penetapan empat tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Baca juga: Sindir Mendag Soal Mafia Minyak Goreng, Fadli Zon: Kalau di Luar Negeri Menterinya Sudah Mundur

Sahat menambahkan, beberapa industri minyak goreng anggota GIMNI menyampaikan ketakutannya untuk mengikuti Program Minyak goreng Curah bersubsidi ini dan mengatakan ingin mundur.

“Mereka saya minta tidak perlu takut, asalkan berjalan sesuai regulasi dan aturan pemerintah,” ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekonom CORE: Penetapan Kasus Tersangka Minyak Goreng Jangan Hambat Distribusi, https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/04/22/ekonom-core-penetapan-kasus-tersangka-minyak-goreng-jangan-hambat-distribusi.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved