Senin, 4 Mei 2026

Berita DPRD Kalimantan Timur

Legislator Perjuangkan Pemulihan Pasca Banjir Sangatta

Sejumlah legislator Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung dan memperjuangkan bantuan kepada Kabupaten Kutai Timur pasca banjir besar yang

Tayang:
Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Anggota DPRD Kaltim saat melakukan pertemuan dengan Wabup Kutim Kasmidi Bulang, Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kutim, dan lainnya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah legislator Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung dan memperjuangkan bantuan kepada Kabupaten Kutai Timur pasca banjir besar yang menyebabkan ribuan jiwa mengungsi, belum lama ini.

Hal tersebut menjadi keputusan pertemuan antara Anggota DPRD Kaltim asal daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, Berau dengan Wakil Bupati Sangatta Kasmidi Bulang, Pj Sekda Yuriansyah beserta jajarannya, dan Aliansi Masyarakat Peduli Bencana (AMPB) Kutim, di Kantor Bupati Kutim.

Baca juga: Pengamanan Menjelang Idul Fitri, Makmur Dukung Langkah Polda Kaltim

Pimpinan rombongan DPRD Kaltim Agus Aras menjelaskan, sungai di Sangatta mengalami sedimentasi terhitung sejak 2021 hingga sekarang mengalami penyusutan kurang lebih 7 meter.

Sebab itu perlu investigasi terkait penyebab banjir.

"Sungai Sangatta harus menjadi perhatian utama kendati bukan satu-satunya. Adanya aktivitas pertambangan dan perkebunan di sekitar kawasan sungai sehingga ini perlu ada solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Normalisasi sungai bisa dilakukan jangka panjang agar di hulu dibuat bendungan mengatur arus air," jelas Aras didampingi Agiel Suwarno, Sutomo Jabir, Safuad, M Udin, Abdul Kadir Tappa, Ismail, SIti Rizky Amalia, dan Henry Pailan TP. Untuk itu pihaknya akan memperjuangkan persoalan di Sangatta tersebut.

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengatakan Kutim sangat terpukul dengan bencana banjir yang terjadi karena 80 ribu lebih jiwa terkena dampaknya, perekonomian masyarakat lumpuh bahkan infrastruktur banyak rusak.

"Banyak satuan pendidikan yang terdampak langsung, seperti 23 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 8 Sekolah Dasar, dan 3 Sekolah Menengah Atas mengalami kerusakan. Sangatta Utara korban banjir berjumlah 14,318 KK atau 57 ribu jiwa lebih terdiri 112 RT. Sangatta Selatan di Desa Sangkima dan Teluk Singkaman banjir hanya satu hari kendati demikian karena arus air yang deras banyak menimbulkan persoalan infrastruktur," sebutnya.

Baca juga: Hadiri Musrenbang Penyusunan RKPD 2021, Makmur Ingatkan Soal Pemerataan Pembangunan

Ia menambahkan, dari hasil pertemuan ini disimpulkan ada sejumlah hal yang harus dibenahi dan dibangun kembali antara lain, normalisasi sungai, drainase, sodetan, kolam pengendapan atau polder air, normalisasi sungai dan muara sungai, hingga pembuatan pintu air.

"Kami berharap ada bantuan dari provinsi karena keberbatasan anggaran dari kabupaten,"ujarnya. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved