Berita Nasional Terkini
Cegah Penyelewengan BBM, Pertamina Catat Pelat Kendaraan di SPBU Melalui CCTV
Untuk mencegah penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap terjadi di beberapa daerah, PT Pertamina bersama pemerintah mencatat pelat nopol
TRIBUNKALTIM.CO- Untuk mencegah penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap terjadi di beberapa daerah, PT Pertamina bersama pemerintah mencatat pelat nomor kendaraan yang membeli BBM di SPBU melalui CCTV.
Hal ini sebagai upaya penerapan sistem pengguna tunggal kepada konsumen yang membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU.
"Sekarang kami udah mulai sistem pengawasan dengan menyorot sistem pelat nomor untuk bisa direcord. Nanti bakal ketahuan kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif yang dikutip Selasa (26/4/2022).
Menurutnya, catatan dari hasil penyelewangan BBM dalam sistem digitalisasi tersebut, akan segera ditindaklanjuti dengan melaporkan ke penegak hukum.
Baca juga: Jelang Idul Fitri di Kutai Barat, Tim Gabungan Mulai Pantau Ketersediaan Sembako dan BBM
Baca juga: Komisi II DPRD Samarinda Minta Untuk Tindak POM Mini dan Penjual BBM Eceran
Baca juga: Ada yang di Kiri dan Kanan, Inilah Alasan Posisi Tutup Tangki BBM Mobil Berbeda-beda
"Kemarin sudah banyak ditindak oleh kepolisian dalam kasus penimbunan dan layout tangki dari 200 liter menjadi 400 liter. Bisa juga bocor di SPBU. Makanya kami coba tangani," ucap Arifin.
Pemerintah saat ini mengoptimalkan penggunaan teknologi digital sebagai bagian dari pengawasan pendistribusian BBM.
"Jadi kami tahu barang (BBM) yang dikirim dan barang yang dibeli. Semuanya tercatat," tutur Arifin.
Kebutuhan BBM seperti Pertalite dan Solar diperkirakan akan mengalami peningkatan mendekati puncak libur Hari Raya Idulfitri dibanding konsumsi rata-rata harian.
"Akan ada peningkatan sekitar 12 persen sampai 14 persen," ujar Arifin.
Berdasarkan proyeksi Pertamina, penjualan Pertalite di regional Jawa Bagian Barat (JBB) mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen dalam satu bulan terakhir.
Dari rata-rata sebelumnya pada Maret sebesar 19.828 liter menjadi 20.794 liter pada April. Sebaliknya, jenis Pertamax mengalami penurunan 24 persen dari rata-rata pada Maret 6.142 liter menjadi 4.669 liter di April.
Di regional JBB, puncak kenaikan konsumsi gasoline (Pertalite, Pertamax, Turbo) sendiri diperkirakan terjadi pada 1 Mei 2022 dengan kenaikan hingga 35 persen, sementara penurunan terendah gasoil (BioSolar, Dexlite, Dex) diperkirakan pada 3 Mei 2022 dengan penurunan hingga 52 persen.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kaltim, hingga Picu Kelangkaan BBM
Secara umum, ketahanan stok BBM per 20 April di regional Jawa Bagian Barat tercatat selama 16,4 hari untuk gasoline serta 22,7 hari untuk gasoil. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ingat! Pelat Nomor Kendaraan Dicatat Saat Beli BBM di SPBU Pertamina untuk Cegah Penimbunan, https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/04/26/ingat-pelat-nomor-kendaraan-dicatat-saat-beli-bbm-di-spbu-pertamina-untuk-cegah-penimbunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pengisian-solar-subsidi-gunakan-kartu-kendali.jpg)