Berita DPRD Kalimantan Timur

Sapto Sebut Mitigasi Solusi Atasi Potensi Kebakaran

Menyoroti pentingnya mengantisipasi kebakaran, anggota DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono menilai hal mendasar yang harus dilakukan adalah mitigasi

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono. 

TRIBUNKALTIM.CO - Menyoroti pentingnya mengantisipasi kebakaran, anggota DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono menilai hal mendasar yang harus dilakukan adalah mitigasi bahaya kebakaran tersebut.

"Mitigasi tersebut adalah bagaimana mengantisipasi potensi-potensi kebakaran di permukiman, perkantoran dan wilayah tertentu. Di sinilah pentingnya keberadaan fire hydrant," ungkap Sapto.

Baca juga: Sengketa Perusahaan dan Warga di Kukar, Demmu: Hak Rakyat Tak Boleh Diabaikan

Politisi muda ini mencontohkan, untuk mengantisipasi kebakaran diwilayah komplek perumahan, hal yang perlu dilihat yaitu adanya jaringan PDAM.

"Titik PDAM ini menjadi acuan untuk menentukan titik. Lalu perlu adanya fire alarm, fire hydrant yang tersedia dan bisa dibuka jika urgent," sebut Sapto.

Menurutnya, di Samarinda masih banyak warga menggunakan bahan baku kayu untuk rumah, maka sangat diperlukan hydrant.

"Kondisi itu tentu berpotensi kebakaran, maka perlu ditentukan titik hydran untuk pengambilan air, proses pemadam kebakaran bisa masuk dan menggunakan alatnya untuk memadamkan api dari titik tersebut," urai pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kalimantan Timur ini.

Baca juga: KONI Kaltim Curhat ke Karang Paci, Usulan Anggaran Belum Terakomodasi dalam APBD 2022

Selain itu, jarak hydrant juga perlu diukur dari titik potensi kebakaran.

"Semua itu ada hitungannya. Tidak asal meletakkan hydrant. Penentuannya melalui mitigasi kemudian ditentukan berapa jumlah hydrant yang diperlukan. Untuk perumahan elite umumnya sudah ada hydrant. Sedangkan untuk daerah yang cenderung kumuh dan padat penduduk dan rumah terbuat dari kayu, sangat diperlukan hydrant. Belum lagi kondisi listrik yang semrawut salah satu penyebab korsleting,” sambungnya.

Politisi Golkar ini menyatakan turut merasakan sedih dan khawatir kejadian kebakaran pada bulan ramadan.

Ia mengimbau agar warga yang menggunakan kompor lebih waspada dan tidak lalai.

Baca juga: Pengamanan Menjelang Idul Fitri, Makmur Dukung Langkah Polda Kaltim

Selain itu, potensi gas bocor yang juga dapat menyebabkan kebakaran.

"Edukasi masyarakat terhadap penanganan kebakaran itulah yang kami harapkan kepada pemerintah khususnya dinas terkait. Harus seringkali melakukan sosialisasi di kelurahan. Sosialisasi cara mengantisipasi dan menghadapi kebocoran gas, lalu bagaimana warga harus tenang dan tidak gegabah serta anjuran lainnya yang perlu disampaikan," pungkasnya. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved