Berita Kutim Terkini

Kisah Sedih Aminah, Penjual Buras di Sangatta Kutim Gara-gara LPG Langka, Rugi Pesanan Banyak Batal 

Gara-gara LPG langka di Sangatta Kutim, penjual ketupat dan buras harus membatalkan pesanan dan dirinya mengalami kerugian

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Gas LPG ukuran 3 kilogram mengalami kelangkaan di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Sejak jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah lalu, terjadi kelangkaan gas LPG di sebagian besar wilayah Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Trina (52 tahun), seorang penjual ketupat dan buras, mengaku kesulitan mencari gas sejak dua hari sebelum lebaran.

Akibatnya, beberapa pesanan harus dibatalkan dan dirinya mengalami kerugian sebab tidak bisa memasak ketupat dan buras yang sudah dipesan.

"Ya rugi, sudah jauh hari pelanggan pesan buras dan ketupat, tapi gasnya tidak ada. Jadi kami cancel (batalkan) pesanannya," ujarnya pada TribunKaltim.co.

Baca juga: Terkuak Fakta Lain Kelangkaan LPG 3 KG di Bontang, Ternyata Ada Oknum Punya Stok dan Dijual Mahal

Bahkan hingga hari kedua lebaran, Reni baru bisa mendapatkan gas ukuran 12 kilogram setelah berkeliling ke berbagai pengecer di kawasan Sangatta dan Teluk Lingga.

Trina kemudian membeli gas ukuran 12 kilogram tersebut seharga Rp 235 ribu rupiah.

Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co, gas memang mengalami kelangkaan dan banyak ditemukan kosong di hampir semua pengecer di kawasan Sangatta Utara.

Tidak hanya gas 3 kilogram, melainkan ukuran 12 kilogram pun sulit ditemui ketersediaannya hingga hari ketiga Hari Raya Idul Fitri.

Hal serupa juga dialami Aminah (46 tahun) seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Teluk Lingga yang mengaku kesulitan mendapatkan gas.

Padahal, dirinya mengaku ketersediaan gas sangat dibutuhkan selama hari raya mengingat banyak makanan disajikan kepada tamu yang bersilaturahmi.

"Seharusnya malah harus banyak (tersedia) gas-gas itu di waktu seperti ini (Hari Raya). Ini malah susah dicari dari sebelum lebaran," ujarnya.

Aminah menduga ada oknum yang memanfaatkan kesempatan di hari lebaran untuk menimbun gas demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Pemkab Kutai Timur sebelumnya memang sudah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga LPG ukuran 3 kilogram jelang lebaran.

Bahkan, Berdasarkan informasi dari enam Agen LPG yang ada di Kutim, bahwa tidak ada kendala terkait ketersediaan gas LPG hingga lebaran nanti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved