Berita Internasional Terkini

Kasus Covid-19 di Australia Meledak, 3 Pakar Beberkan Penyebabnya: Bias Data hingga Abai Prokes

Kasus penyebaran Covid-19 di Australia meledak, tiga pakar beberkan penyebabnya mulai bias data hingga abai Prokes.

Penulis: Hartina Mahardhika | Editor: Ikbal Nurkarim
Joel Carrett/theguardian
Pengujian PCR di Australia. Kasus penyebaran Covid-19 di Australia meledak, tiga pakar beberkan penyebabnya mulai bias data hingga abai Prokes. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus penyebaran Covid-19 di Australia meledak, tiga pakar beberkan penyebabnya mulai bias data hingga abai Prokes.

Australia telah melaporkan bahwa tingkat infeksi Covid-19 di negaranya sudah termasuk tertinggi di dunia.

Seperti dilansir berita internasional The Guardian, data dari 2 Mei, tingkat infeksi harian rata-rata Australia adalah 1.515 kasus per juta orang

Data tersebut tertinggi kedua di dunia untuk negara-negara dengan populasi lebih dari 1 juta, setelah Selandia Baru (1.566 kasus per juta).

Baca juga: Polres Kukar Buka Gerai Vaksinasi Covid-19 di Objek Wisata Kembang Jaong Tenggarong

Baca juga: Tes Acak Covid-19 Diberlakukan bagi Pemudik dari Luar Kaltim, jika Positif Langsung Dikarantina

Baca juga: Kesiapan Faskes di RSUD Dipastikan Bisa Antisipasi Lonjakan Kasus Covid di Bontang Pasca Ramadhan

Banyak ahli yang berpendapat alasan terjadinya lonjakan kasus Covid di Australia.

Mulai dari bias kepastian data yang tinggi, adanya penghapusan langkah-langkah kesehatan masyarakat di seluruh negeri hingga pengabaian kasus covid.

Ketua epidemiologi di Deakin University Prof Catherine Bennett mengemukakan pendapat alasan terjadinya lonjakan kasus covid di Australia.

“Tingkat infeksi yang dilaporkan tinggi di Australia mungkin merupakan hasil dari bias kepastian data yang tinggi,” tutur Bennett.

Bennett mengakui bahwa meskipun di Australia tingkat pengujian PCR telah menurun. Namun, Australia tetap melakukannya lebih dibandingkan di Negara lain.

Tak hanya itu saja, Australia tetap bersikukuh untuk tetap menyediakan tes PCR secara gratis.

Sedangkan, banyak Negara lain yang tidak memberikan tes PCR secara gratis.

Ilustrasi virus Covid-19.
Ilustrasi virus Covid-19. (Freepik designed by crowf)

Baca juga: Berikut Aksi Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran Idul Fitri di Samarinda

Namun, di pihak lain Prof Adrian Esterman , ketua biostatistik di University of South Australia, mengatakan jumlah kasus sebenarnya di Australia masih berkali-kali lipat dari jumlah kasus yang dilaporkan.

“Kalau kita lihat angka positif tes PCR kita masih sangat tinggi. Di seluruh Australia, 20

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved