Berita Nasional Terkini
Inilah Mengapa Serangan Udara tak Dilakukan Menumpas KKB Papua, Padahal TNI Punya Senjata Canggih
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jadi organisasi teroris yang paling diburu TNI-Polri
TRIBUNKALTIM.CO - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jadi organisasi teroris yang paling diburu TNI-Polri.
Bukan tanpa alasan TNI dan Polri memburu KKB Papua, pasalnya kelompok tersebut jadi penyebab teror berdarah yang terjadi di Bumi Cendrawasih.
Teror yang dilakukan KKB Papua tak hanya memakan korban TNI dan Polri saja, namun juga warga sipil.
Lalu, kenapa TNI yang memiliki persenjataan canggih dan lengkap tidak langsung memburu KKB Papua sampai tuntas?
KKB Papua dinilai dapat langsung musnah ketika TNI melakukan serangan udara, namun hal itu tidak dilakukan.
Ternyata ada penyebabnya TNI tidak melakukan serangan udara terhadap KKB Papua.
Baca juga: Akhirnya Markas Besar KKB Papua Kelompok Egianus Kogoya Terkuak, Respon TNI-Polri?
Baca juga: AKHIRNYA Drone TNI Bongkar Persembunyian KKB Papua Egianus Kogoya, Markas Dijaga Pasukan Bersenjata
Baca juga: TERKUAK Pesan KKB Papua Buat Prajurit TNI-Polri, Ratusan Teroris Kelilingi Bendera Bintang Kejora
Namun, sebelum itu, sebagaimana diketahui KKB adalah singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, yang merupakan sebuah kelompok yang kerap menebar teror baik kepada warga sipil maupun TNI serta Polri di wilayah Papua.
Tujuan KKB Papua adalah melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebelum lahir dengan sebutan KKB, kelompok ini dulunya dikenal dengan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM).
OPM didirikan pada 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat, yang sebelumnya disebut Irian Jaya.
Mereka berniat untuk melepaskan diri dari Indonesia.
Menurut catatan, KKB kerap beraksi di wilayah pegunungan di Papua.
Beberapa kabupaten yang sampai saat ini dianggap rawan dari aksi mereka seperti Puncak, Yahukimo, Nduga dan Intan Jaya.
Baca juga: KKB Papua Didukung Warga Lokal? Anak Perempuan Dirudapaksa Pria dari Semak-Semak
Sementara itu, ada lima kelompok yang sudah dipetakan dengan para pemimpinnya, yakni Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, Jhony Botak, Demianus Magai Yogi dan Sabinus Waker.
Dari lima kelompok itu, Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya dianggap sebagai yang paling berbahaya.