Berita Internasional Terkini

Embargo Minyak & Gas Rusia Gagal Disepakati Uni Eropa, Negosiasi 10 Hari Buntu, Paket Sanksi Ditolak

Negosiasi Uni Eropa terkait embargo minyak dan gas Rusia yang berlangsung 10 hari buntu. Paket sanksi untuk Rusia ditolak sejumlah negara Uni Eropa.

AFP Photo/Kenzo Tribouillard
Ilustrasi kilang perusahaan minyak Rusia, Lukoil di Brussels, Belgia. Foto diambil 13 Mei 2022. Negosiasi Uni Eropa terkait embargo minyak dan gas Rusia yang berlangsung 10 hari buntu. Paket sanksi untuk Rusia ditolak sejumlah negara Uni Eropa. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah negosiasi selama 10 hari, Uni Eropa gagal menyepakati proposal larangan atau embargo minyak dan gas Rusia.

Negosiasi antar negara-negara anggota Uni Eropa tersebut berakhir dengan kebuntuan.

Sejumlah negara yang dipimpun Hungaria dengan tegas menolak usulan sanksi untuk Rusia akibat perang Rusia - Ukraina yang diusulkan Uni Eropa.

Buntunya negosiasi Uni Eropa terkait embargo minyak dan gas Rusia ini disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrel, dikutip Rusia Today, Senin (16/5/2022).

Menurut Joseph Borrel, pihak masih akan berupaya untuk memecah kebuntuan situasi terkait embargo minyak dan gas Rusia ini. 

Borrel mengatakan, “Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuka kebuntuan situasi.

Saya tidak bisa memastikan itu akan terjadi, karena posisinya (menentang) cukup kuat.” 

Setelah perang Rusia - Ukraina, embargo minyak mentah Rusia yang merupakan bagian dari paket sanksi ke-6  ini telah diusulkan 4 Mei 2022 lalu. 

Baca juga: KABAR BURUK Buat Putin, Inggris Klaim Rusia Kehilangan 1/3 Kekuatan Tempur Darat Gara-gara Ukraina

Dalam pernyataannya, Borrel juga mengakui beberapa negara anggota menghadapi lebih banyak kesulitan karena mereka lebih bergantung pada migas Rusia.

Negara tersebut posisi wilayahnya terkurung daratan, dan negara-negara ini hanya memiliki minyak melalui pipa, dan semua berasal dari Rusia.

Sejumlah negara Uni Eropa yang sangat sangat bergantung pada minyak Rusia, termasuk Hungaria, Republik Ceko, Slovakia dan Bulgaria.

Berulang kali, negara tersebut menyuarakan keberatan mereka terhadap larangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Hungaria menjelaskan embargo akan menghantam perekonomian negara itu.

Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto, pekan lalu mengatakan blok tersebut gagal menemukan cara untuk mengurangi kerusakan akibat embargo.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved