Senin, 8 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

Presiden Ukraina Desak Barat, Segera Jatuhkan Sanksi Keras ke Moskow agar Perang Selesai

Presiden Ukraina mendesak kepada negara-negara barat. Inginkan segera jatuhkan sanksi keras ke Moskow Rusia agar perang selesai

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Matt Dunham / POOL / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris selama Konferensi Keamanan Munich di Munich, Jerman selatan, pada 19 Februari 2022. Selama Konferensi Keamanan Munich ke-58 yang berlangsung dari 18-20 Februari 2022, para diplomat dan pakar internasional bertemu untuk membahas topik seperti tatanan global, keamanan manusia dan transnasional, pertahanan atau keberlanjutan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Ukraina mendesak kepada negara-negara barat. Inginkan segera jatuhkan sanksi keras ke Moskow Rusia agar perang selesai.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mendesak negara-negara Barat agar berhenti 'main-main' dengan Rusia.

Ia mendesak Barat segera menjatuhkan saksi-sanksi yang lebih keras kepada Moskow agar perang di Ukraina segera berakhir.

Belakangan ini, Zelensky kerap melontarkan kritik pedas kepada kekuatan Barat.

Baca juga: Ukraina Dapat Banyak Senjata dari Barat, Namun Belum Bisa Usir Rusia dan Menangkan Perang, Mengapa?

Baca juga: Mantan Menlu Amerika Sarankan Ukraina Serahkan 2 Kota Ini ke Rusia, Zelensky Langsung Ngamuk

Baca juga: Zelenskyy Ngamuk, Eks Menlu Amerika Saran Ukraina Serahkan Donbas dan Krimea ke Rusia Demi Hal Ini

Terutama karena Uni Eropa yang tidak segera mencapai kesepakatan melakukan embargo minyak Rusia, sementara ribuan pasukan Moskow berusaha mengepung kota utama di timur Ukraina, yakni Sievierodonetsk dan Lysychansk.

Setelah tiga bulan menginvasi, Rusia menghentikan serangannya di wilayah Ibu Kota Kyiv dan berusaha mengambil alih wilayah timur di Donbas.

Wilayah yang dikuasai separatis Ukraina tersebut didukung Rusia sejak 2014.

Analis militer menilai, pertempuran di Sievierodonetsk dan Lysychansk sebagai titik balik potensial dalam perang setelah pergeseran momentum menuju Rusia menyusul penyerahan garnisun Ukraina di Mariupol pekan lalu.

"Ukraina akan selalu menjadi negara merdeka dan tidak akan rusak. Satu-satunya pertanyaan adalah berapa harga yang harus dibayar rakyat kita untuk kebebasan mereka, dan berapa harga yang akan dibayar Rusia untuk perang tidak masuk akal melawan kita ini," kata Zelensky dalam sebuah pidato malam pada Kamis (26/5/2022).

"Peristiwa bencana yang sedang berlangsung masih bisa dihentikan jika dunia memperlakukan situasi di Ukraina seolah-olah menghadapi situasi yang sama, jika kekuatan yang ada tidak bermain-main dengan Rusia tetapi benar-benar mendesak untuk mengakhiri perang," imbuhnya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Dikabarkan Sakit, Putin Justru Besuk Tentara Rusia yang Terluka Melawan Ukraina

Zelensky mengeluhkan lambannya Uni Eropa (UE) untuk mencapai kesepakatan embargo minyak Rusia.

Ia mempertanyakan mengapa sejumlah kecil negara anggota blok tersebut diizinkan memblokir rencana itu.

Uni Eropa sedang membahas putaran keenam tindakan sanksi, termasuk embargo impor minyak Rusia.

Langkah seperti itu membutuhkan kebulatan suara, tetapi Hungaria menentang gagasan itu untuk saat ini dengan alasan ekonominya akan terlalu menderita.

"Berapa minggu lagi Uni Eropa akan mencoba menyepakati paket keenam?" tanya Zelensky.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved