Ekonomi dan Bisnis

Rencana Subsidi Minyak Goreng Dicabut Pemerintah, Pedagang Pasar Merasa Galau 

Rencana pencabutan subsidi minyak goreng ditanggapi beragam masyarakat, terutama di kalangan pedagang pasar basah di berbagai daerah

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Warga Balikpapan membeli minyak goreng curah di sebuah toko sembako Jalan Taman Sari, dekat kawasan Gala Puncak, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Rencana subsidi minyak goreng akan dicabut pemerintah, pedagang merasa galau. 

Rencana pencabutan subsidi minyak goreng ditanggapi beragam masyarakat, terutama di kalangan pedagang pasar basah di berbagai daerah. 

Seperti halnya di daerah Jakarta, para pedagang memberi respon atas rencana pemerintah untuk mencabut subsidi minyak goreng. 

Zahra (52) pedagang di pasar tradisional Kramatjati, Jakarta Timur merasa keberatan terkait rencana pemerintah untuk melakukan pencabutan subsidi minyak goreng.

Baca juga: Bulog Berau Segera Distribusikan Minyak Goreng Curah, Harga Rp 14.000 Perliter

Baca juga: Kodim 0906 Serahkan BLT Minyak Goreng Khusus untuk Pedagang dan Nelayan, Pemkab Kukar Mengapresiasi

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka Kembali, IKappi Ingat Minyak Goreng Curah Belum Melimpah

Sebab penerapan kebijakan itu belum merata diterima penjual.

"Kalau gitu sih keberatan saya, ibu mah biar namanya orang jualan gorengan juga selama ini kan juga nggak ada kan, selama minyak mahal kan, sekarang subsidi ada, tapi mau dicabut lagi," ucapnya, Jumat (27/5/2022).

Menurut Zahra, sebelumnya sempat dilakukan tinjauan terkait harga minyak goreng curah oleh Pangdam Jaya di pasar tradisional Kramatjati, Jakarta Timur.

Tinjauan tersebut dikatakan Zahra meminta pedagang untuk menjual minyak goreng curah dengan harga per liter yakni Rp 14.000, dan per kilogram Rp 15.500.

Baca juga: Bagikan Minyak Goreng Curah ke Warga, Pemkot Samarinda akan Gelar Pasar Murah sampai Harga Stabil

Menanggapi permintaan tersebut, ia mengatakan sangat keberatan.

Sebab arahan itu dijelaskannya dapat membuat pedagang tidak menjadi untung.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved