Berita Viral

VIRAL Rumah Makan Padang Non Halal, Sajikan Menu Olahan Babi, Kecaman Anwar Abbas dan Anggota DPR

Viral rumah makan Padang non halal yang menyajikan aneka menu olahan babi. Keberadaan rumah makan Padang non halal ini segera menuai kecaman

Tribun Travel
Ilustrasi masakan Padang. Viral rumah makan Padang non halal yang menyajikan aneka menu olahan babi. Keberadaan rumah makan Padang non halal ini segera menuai kecaman 

TRIBUNKALTIM.CO - Saat ini tengah viral keberadaan rumah makan padang non halal yang menyajikan aneka meu olahan babi

Di media soial Twitter kata babi jadi trending topic Twitter termasuk kata kunci non halal.

Dari penelusuran, rumah makan padang tersebut menyediakan aneka masakan padang hanya saja bahannya adalah daging babi.

Rumah makan Padang non halal tersebut bahkan sudah menyebutkan namanya dengan kata babi, yakni Babi Ambo.

Selain itu rumah makan Padang yang bernama Babi Ambo ini juga memiliki akun Instagram @babiambo, namun sekarang sudah tidak aktif lagi. 

Di akun Instagramnya, Babi Ambo terang-terangan menuliskan First in Indonesia, a Non-Halal Padang Food di bio-nya.

Selain itu, pemilik restoran juga mempromosikan melalui platform daring pesan antar dimana terpampang jelas aneka masakan Minang non halal.

Berbagai menu khas ala rumah makan Padang tersebut antara lain, Nasi Babi bakar, nasi babi rendang , gulai babi, nasi ramas babiambo, nasi babi rendang, dan menu-menu lainnya. 

Baca juga: Pacaran 10 Tahun, Pasangan Kekasih Ini Sudah 7 Kali Aborsi, Janin Disimpan di Kotak

Diketahui rumah makan Padang non halal ini berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Viralnya rumah makan Padang non halal ini bermula dari cuitan akun Twitter bernama @Hilmi26 pada Jumat (10/6/2022).

Dalam cuitannya, ia menyebut terdapat sebuah rumah makan Padang yang disebut menjual menu makanan nonhalal.

Pemilik akun Twitter tersebut menganggap rumah makan Padang ini telah melamapaui batas.

Menurutnya masakan Padang merupakan kuliner yang sangat terkenal cita rasanya serta kehalalannya.

Kemudian, dirinya juga menilai teknik penjualan seperti itu sudah keterlaluan dan berharap dilakukan penindakan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved