Berita Kaltim Terkini

LGN Kaltim Tanggapi soal Thailand Legalisasi Ganja

Belum lama ini, negara berjuluk Negeri Gajah Putih, Thailand, meresmikan legalisasi pemanfaatan tanaman ganja untuk kepentingan tertentu.

Flickr
Ilustrasi Tanaman Ganja. LGN Kaltim, menyatakan pemerintah dan masyarakat perlu menyadari lebih dulu terkait penggunaan ganja di berbagai aspek. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Belum lama ini, negara berjuluk Negeri Gajah Putih, Thailand, meresmikan legalisasi pemanfaatan tanaman ganja untuk kepentingan tertentu.

Sebagai wujud realisasinya, masyarakat menerima pembagian tanaman ganja secara cuma-cuma untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

Untuk merayakan momen tersebut, melansir Tribunnews.com, warga Thailand bahkan menggelar Thailand 420 Legalaew Festival, Sabtu (11/6/2022), di area Pantai Nakhom Pathom.

"Bagus sih. Dari Pemerintah Thailand mulai melihat potensi pemanfaatan ganja. Kalau di Thailand sendiri, pemerintah ingin memanfaatkan dari sisi medis dan industri," tutur Anggota Lingkar Ganja Nusantara Kalimantan Timur atau LGN Kaltim, Jeri Rahmadani, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Sinergigas BNNP Kaltim dan Bea Cukai Ungkap Pengiriman 3 Kilogram Lebih Ganja

Baca juga: Pasok Ganja ke Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Seorang Mahasiswi Divonis 11 Tahun

Baca juga: Nobar dan Bedah Film Dokumenter Musa, Kelompok Pemuda di Bontang Dukung Legalisasi Ganja untuk Medis

Sementara di Indonesia, menurut dia, masih dalam tahap edukasi tentang pemanfaatan ganja yang tidak melulu menyoal rekreasi.

Jeri beranggapan, pemerintah dan masyarakat perlu menyadari lebih dulu terkait penggunaan ganja di berbagai aspek.

Seperti di Thailand, marijuana dimanfaatkan untuk kepentingan medis dan kosmetik.

"Ganja bisa dimanfaatkan. Mulai dari serat, biji, batang, daun, dan akar. Itu yang perlu digali. Kita bisa tinjau dari segi medis, banyak manfaatnya," papar Jeri.

Disamping itu, serat ganja bisa dipergunakan untuk bahan baku pembuatan pakaian hingga kertas. Demikian, kata dia, tergolong dalam nilai ekonomi yang konstruktif.

Di Indonesia sendiri ada beberapa kasus warga yang berhadapan dengan hukum. lantaran memanfaatkan ganja kendati diluar kepentingan rekreasi.

Baca juga: BNNK dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran Ganja Organik dan Tembakau Sintetis di Balikpapan

"Beberapa tahun lalu, ada pemanfaatan ganja untuk medis, tapi tetap nggak bisa. Karena menyalahi Undang-Undang," sebutnya.

Intinya, di Indonesia ganja bisa dipergunakan untuk kepentingan medis dan industri.

"Kalau untuk rekreasi, mungkin bisa diperdebatkan walau beberapa negara sudah ada payung hukumnya," lugas Jeri. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved