Berita Samarinda Terkini

Polisi Grebek Kosan di Samarinda yang Diduga jadi Tempat Transaksi Barang Haram

Simpan barang haram berupa ekstasi di dalam kemasan pembalut, Andika (26) harus berurusan dengan pihak kepolisian di Kota Samarinda

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
HO/POLRESTA SAMARINDA
Andika yang diamankan Satresnarkoba Polresta Samarinda, diduga jadi pelaku dalam peredaran barang haram di Kota Samarinda, Kalimantan Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Simpan barang haram berupa ekstasi di dalam kemasan pembalut, Andika (26) harus berurusan dengan pihak kepolisian di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Penyalahgunaan narkotika oleh Andika ini berhasil diungkap oleh Satresnarkoba Polresta Samarinda.

Sebab banyaknya laporan bahwa di salah satu indekos Jalan Pangeran Antasari, Gang Baisah, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Lokasi itu diduga, kerap dijadikan tempat untuk transaksi barang haram.

Baca juga: Transaksi Jual Beli Barang Haram di Tarakan, Pelaku Diduga Diberi Upah Rp 500 Ribu per Hari

Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Barang Haram, 2 Tersangka Warga Bontang, Diduga jadi Bandar

Baca juga: Transaksi Sabu Masih Menggeliat di Balikpapan Barat, Dua Pria Tertangkap Usai Beli Barang Haram

Petugas pun lantas melakukan pengamatan di indekost yang dimaksud pada Rabu (15/6/2022) lalu pada Pukul 22.30 Wita.

Setelah mengunci target, tim Hyena Satreskoba Polresta Samarinda lantas melakukan penggerebekan di kamar kos tersebut.

"Hasil penggeledahan kami menemukan kemasan pembalut isinya 13 butir pil ekstasi seberat 4,81 gram neto," terang Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Rido Doly Kristian melalui KBO Ipda Darwoko saat dikonfirmasi TribunKaltim.co pada Minggu (19/6/2022).

Ia menambahkan, dari pengakuannya, pelaku sudah menjual narkotika jenis pil ekstasi tersebut sejak beberapa bulan belakangan.

Baca juga: Transaksi Sabu Masih Menggeliat di Balikpapan Barat, Dua Pria Tertangkap Usai Beli Barang Haram

"Asal barangnya katanya dari teman. Makanya kami masih mencari teman yang dimaksud," beber Ipda Darwoko.

Untuk sasaran penjualan sendiri, Andika atau pelaku mengaku hanya untuk di lingkungan rekan-rekannya saja.

"Jadi kalau mau beli teman-temannya ke kosnya itu," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved