Berita Nasional Terkini

Pemakaian Ganja untuk Medis, Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI Buat Fatwa

Larangan pemakaian narkoba jenis ganja di Indonesia sampai sekarang belum dicabut

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Seorang ibu melakukan aksi membawa poster yang bertuliskan membutuhkan ganja medis ketika CPF di Bundaran HI, Jakarta Pusat.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO- Larangan pemakaian narkoba jenis ganja di Indonesia sampai sekarang belum dicabut.

Bahkan untuk kebutuhan medis pun sampai sekarang juga belum diizinkan.

Namun demikian, sejumlah pihak sudah mulai menyuarakan mengenai kebutuhan ganja untuk medis.

Hal ini terkait dengan unggahan di media sosial mengenai seorang ibu yang meminta, agar anaknya diizinkan menggunakan ganja medis karena mengidap Cerebral Palsy.

Kondisi kelainan otak yang sulit diobati, dan treatment yang paling efektifnya pake terapi minyak biji ganja/CBD oil.

Mengenai pemakaian ganja untuk medis ini juga mulai mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Baca juga: BNNK Samarinda Musnahkan 3 Kg Ganja Kering

Baca juga: LGN Kaltim Tanggapi soal Thailand Legalisasi Ganja

Baca juga: Pasok Ganja ke Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Seorang Mahasiswi Divonis 11 Tahun

Wakil Presiden Ma'ruf Amin selaku ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penggunaan ganja untuk kebutuhan medis agar MUI untuk membuat fatwa.

"MUI ada keputusannya ya, bahwa memang kalau ganja itu dilarang, sudah dilarang. Masalah kesehatan itu MUI segera buat fatwa baru, kebolehannya itu, artinya ada kriteria," ujar Ma'ruf di Kantor MUI, Jln Proklamasi, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Fatwa tersebut, kata Ma'ruf, bakal menjadi pedoman bagi anggota legislatif dalam merumuskan aturan mengenai penggunaan ganja untuk medis.

Menurut Ma'ruf, fatwa ini dibuat agar regulasi yang dibuat tidak menimbulkan kemudaratan.

"Nanti MUI segera buat fatwanya untuk bisa dipedomani DPR. Jangan sampai nanti berlebihan dan menimbulkan kemudaratan," tutur Ma'ruf.

Mengenai penggunaan ganja untuk medis, Ma'ruf mengungkapkan terdapat beberapa varietas ganja.

MUI, menurut Ma'ruf, akan membuat fatwa yang berkaitan dengan jenis ganja tersebut.

"Ada berbagai spesifikasi itu ya ganja itu. Ada varietasnya. Supaya MUI nanti buat fatwa yang berkaitan dengan varietas-varietas ganja itu," pungkas Ma'ruf.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved