Minggu, 3 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Ketua DPRD Berau Madri Panti Minta Distanak Pantau Hewan Kurban Idula Adha

Sepekan menjelang Iduladha, Ketua DPRD Berau, Madri Pani meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
HO/PEMKAB BERAU
Petugas dari Distanak Berau, melakukan pengecekan terhadap kesehatan hewan jelang Idul Adha 2022. Pantauan terhadap penyakit PMK jelang Idul Adha di Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sepekan menjelang Iduladha, Ketua DPRD Berau, Madri Pani meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, agar turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan terhadap hewan yang akan dikurbankan.

Ia menegaskan, dengan menyebarnya penyakit kuku dan mulut (PMK) di luar Berau, dirinya mengkhawatirkan jika penyakit tersebut juga terjadi di Berau, Kalimantan Timur.

Maka dari itu, tegasnya Madri meminta agar instansi terkait bisa turun ke lapangan.

“Kita hanya ingin memastikan kesehatan para hewan kurban tersebut,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Antisipasi Penyebaran PMK, Disbunak Paser Turunkan Tim Pengawas ke Penjual Hewan

Baca juga: PMK Merebak, Pengaruhi Stok Sapi Jelang Idul Adha, Disbunak Paser Perketat Pengawasan di Perbatasan

Baca juga: DPRD Berau Sidak Stadion Olympic Mini, Tagih Janji Penanganan Longsor Pinggir Lapangan

Politikus NasDem ini mengingatkan, jangan sampai mendekati hari perayaan, baru akan dilakukan pengecekan. Lebih baik, dilakukan per dua hari sekali. Karena tidak mungkin hewan kurban tidak berdatangan ke Berau.

“Kita harap, agar pengecekan bisa rutin,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, I Putu Setion menuturkan, pengawasan hewan kurban di lapangan telah diperketat dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan balai karantina.

"Petugas lapangan atau petugas di UPT puskeswan sudah diarahkan untuk memberi pelayanan kesehatan hewan lebih intensif," ucapnya.

Hingga saat ini belum ditemukan kembali hewan kurban yang diduga terjangkit PMK, khususnya di wilayah empat kecamatan terdekat yang menjadi fokus pengawasan.

"Dari hasil pemeriksaan fisik belum di temukan suspek PMK," tuturnya.

Dari data yang pihaknya miliki, sebanyak 756 ekor sapi akan dikurbankan, sapi berasal dari luar sebanyak 502 ekor dan sapi lokal berjumlah 254 ekor.

"Untuk ternak kambing baru terdata sebanyak 138 ekor. Data tersebut merupakan angka sementara dan pendataan masih akan berlanjut," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved