Berita Berau Terkini

TPA Tanjung Batu Berau Tidak Bisa Dipakai, Dekat Sungai dan Lahan Mangrove

Lokasi TPA Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat ini masih belum optimal dalam menampung sampah

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
HO/DLHK Berau
Kondisi TPS sementara daerah Tanjung Batu, Kalimantan Timur. Lokasi TPA Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat ini masih belum optimal dalam menampung sampah. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Lokasi TPA Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat ini masih belum optimal dalam menampung sampah.

Kepala Bidang Kebersihan, DLHK Berau Anwar menjelaskan pihaknya telah melihat langsung kondisi TPA Tanjung Batu, yang harus menampung sampah di Pulau Derawan juga.

Lanjut Anwar, dari puhak DLHK Bedau, sudah meninjau lokasi tersebut.

Dan bersama pihak swasta sudah melakukan rundingan untuk mendukung penurunan alat berar untuk merapikan sampah yang berserakan.

Baca juga: Lahan Sempit, Volume TPA Kampung Tanjung Batu di Berau Terus Bertambah, Riskan Cemari Sungai

Baca juga: Pengelolaan Pelabuhan Wisata Tanjung Batu Berau, Kini Sah Diatur Dinas Perhubungan

Baca juga: Meningkat Signifikan, Aktivitas Penyeberangan Pelabuhan Tanjung Batu Berau Tiga Bulan Terakhir

“Kalau TPA yang sekarang itu memang tidak bisa dijadikan TPA, sebab dekat dengan sungai dan hutan mangrove,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (1/7/2022).

Memang, wacana Pemkab Berau kedepannya akan membebaskan lahan untuk TPA. Tentunya harus jauh dari pantai. Untuk sekarang, pembuanhan tersebut masih diakui sementara.

Untuk perencanaan sendiri, dari pohak DLHK yang mengusulkan. Terutama dalam usulan pembebasan lahan.

Usulan TPA pun sebenarnya sudah di dengar sejak adanya Musrenbang pembangunan tahun 2022 dan 2023 mendatang.

Dan kepala kampung Tanjung Batu dikatakan Anwar sudah menyiapkan lahan TPA tersebut.

“Nanti setelah perencanaan itu, barulah di tahun 2023 bisa pihak DPUPR yang membangun. Paling cepat itu loh ya di tahun 2023,” bebernya.

Anwar juga mengatakan sifatnya mendesak, lantaran sampah Pulau Derawan dan Tanjung Batu semakin banyak. Apalagi, kedua daerah tersebut masuk daerah pariwisata.

Sementara itu, Kepala Kampung Tanjung Batu, Darwis menyampaikan, TPA yang ada di Kampung Tanjung Batu cukup memprihatinkan karena volume sampah sudah menumpuk dan lahan yang tersedia tidak luas.

Bahkan kondisi tersebut diperparah dengan lokasi TPA yang dekat dengan sungai, sehingga dikhawatirkan dapat mencemari perairan di Kampung Tanjung Batu.

"Untuk potensi pencemaran itu cukup tinggi sekali," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved