Senin, 13 April 2026

Berita Internasional Terkini

Rusia Tuding Amerika Menginginkan Perang Terus Terjadi, Ukraina Ditekan Agar Tak Bicara Perdamaian

Rusia sebut Amerika Serikat menginginkan terus terjadinya perang dan menekan Ukraina untuk tak bicarakan soal perdamaian.

Genya SAVILOV / AFP
Sebuah foto yang diambil pada 3 Juli 2022 menunjukkan bagian ekor roket 300 mm yang tampaknya berisi bom cluster yang diluncurkan dari peluncur roket ganda BM-30 Smerch, tertanam setelah penembakan di Kramatorsk, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Terbaru, inilah klaim Rusia terhadap Amerika Serikat yang dituding terus menginginkan terjadinya perang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dituding ada pihak-pihak yang tak menginginkan terjadinya perdamaian antara Rusia dengan Ukraina.

Pihak-pihak tersebut dinilai tetap menginginkan perang antara Rusia dengan Ukraina terus berlangsung.

Salah satu pihak yang dinilai tetap menginginkan terjadinya perang antara Rusia vs Ukraina, yakni Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov.

Dmitry Peskov mengatakan Washington tidak mengizinkan Kiev untuk berpikir atau berbicara tentang perdamaian dengan Rusia.

"Sekarang adalah saat ketika negara-negara Barat bertaruh pada kelanjutan perang. Ini berarti momen berlanjut ketika negara-negara Barat, di bawah kepemimpinan Washington, tidak mengizinkan Ukraina untuk berpikir atau berbicara tentang perdamaian," kata Peskov dalam sebuah wawancara. dengan saluran TV Rossiya-1 dikutip TASS, Minggu (4/7/2022).

Pada saat yang sama, dia yakin bahwa cepat atau lambat akal sehat di Barat akan menang dan negosiasi di Ukraina akan dilanjutkan.

"Sekarang permintaan inisiatif untuk menenangkan situasi telah menurun. Tetapi kami tidak ragu bahwa cepat atau lambat akal sehat akan menang dan sekali lagi giliran negosiasi akan datang," tambah Peskov.

Baca juga: Ambisi Putin Kuasai Lysychansk Terwujud, Ukraina Janji Rebut Lagi dari Rusia

Baca juga: Daftar Negara Konflik yang Pernah Didamaikan Indonesia, Akankah Rusia dan Ukraina Menyusul?

Dia juga mencatat bahwa sebelum proses negosiasi dilanjutkan, Ukraina harus "sekali lagi memahami kondisi Moskow".

"Setuju dengan mereka. Duduk di meja. Dan formalkan saja dokumen yang sudah disepakati dalam banyak hal," tutup Peskov.

Para pemimpin Eropa paling sering kekurangan kekuatan untuk dibimbing hanya oleh kepentingan negara mereka, mereka harus mengikuti Barat secara kolektif, kata juru bicara kepresidenan Rusia.

“Para pemimpin Eropa, mereka masih memiliki negara sendiri dengan kepentingan mereka sendiri. Dan mereka sebenarnya dapat memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Kami melihat ini dengan sangat baik,” kata Peskov mengomentari perbedaan antara negara-negara di G20.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan bahwa 'Tirai Besi' baru sedang turun di antara Moskow dan Barat.

Lavrov berujar, hal ini terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

"Sejauh menyangkut Tirai Besi, pada dasarnya itu sudah turun," kata Lavrov kepada wartawan selama konferensi pers di ibukota Belarusia, Minsk, pada Kamis (30/6/2022).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved