Berita Berau Terkini

Dinas Kesehatan Berau Targetkan 39 Kampung Harus Bebas ODF

Dinkes Berau, membeberkan sebanyak 39 kampung di Bumi Batiwakkal belum bebas Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Renata
Deklarasi ODF di Kampung Talisayan. Dinkes Berau, membeberkan sebanyak 39 kampung di Bumi Batiwakkal belum bebas Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan. (Tribun Kaltim/Renata) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, membeberkan sebanyak 39 kampung di Bumi Batiwakkal belum bebas Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

Kondisi saat ini, baru 64,55 persen atau 71 kampung atau kelurahan bebas ODF.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Berau, Suhartini menjelaskan, ODF ditetapkan pemerintah sebagai salah satu syarat kabupaten/kota bisa dinyatakan sehat.

Di mana pada 2019 lalu, Berau mendapat penghargaan Swati Swaba tingkat Padapa yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap dua tahun sekali.

Sebagai kabupaten yang berhasil menyelenggarakan program kabupaten atau kota sehat (KKS).

Baca juga: Harga TBS di Paser Kian Menjepit, Petani Desak Pemkab Ambil Tindakan

“Sesuai arahan bupati Berau, target kami untuk meningkatkan menuju Swasti Saba tingkat Wiwerda. Capaian ODF harus mampu mencapai 90 persen,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (13/7/2022).

Untuk itu, pihaknya harus bisa membebaskan 28 kampung lagi untuk mencapai 90 persen, atau 99 dari 110 kampung/kelurahan bebas ODF.

Pihaknya pun optimistis tercapai, mengingat capaian pada 2020, pihaknya bisa meningkatkan dari 30 persen menjadi 60 persen.

“Memang kami sempat tidak aktif lantaran pandemi Covid-19. Ketertinggalan itu akan kami kejar lagi tahun ini,” ujarnya.

Baca juga: Jam Tayang dan Link Nonton Final Piala Presiden 2022 Arema FC vs Borneo FC, Cek Strategi Pesut Etam

Hal itu tentu memerlukan kerja sama semua stakeholder, mulai dari pemerintah kampung, camat, forum, pembina, pelaku usaha hingga pihak ketiga bisa berkontribusi.

Menurutnya, semua orang berhak memiliki tempat hunian yang bersih, nyaman, aman.

Pembuangan tinja, kata Dia, yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Maka, perlu dilakukan verifikasi ODF pada setiap rumah.

Tujuannya memastikan secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Baca juga: Program Pembagian Seragam Gratis di Balikpapan Belum Tersalurkan, Ini Klarifikasi Pemkot Balikpapan

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved