Rabu, 20 Mei 2026

Ekonomi dan Bisnis

Harga Komoditi Sembako di Balikpapan Naik karena Pengaruh Cuaca Buruk

Harga komoditi sembako di sejumlah pasar wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur naik. Faktor pendorong naiknya harga

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Pedagang cabai di Pasar Pandansari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu (16/7/2022). Harga komoditi sembako di sejumlah pasar wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur naik. Faktor pendorong naiknya harga karena cuaca buruk. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harga komoditi sembako di sejumlah pasar wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur naik. Faktor pendorong naiknya harga, satu di antara karena cuaca. 

Demikian dibeberkan Heria Aprisni, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan kepada TribunKaltim.co pada Senin (18/7/2022). 

Dia berharap, dua bulan ke depan, pasokan dan produksi cabai bisa kembali secara normal.

Mudah-mudahan saja dua bulan ke depan cabai yang sudah bisa ditanam dan berbuah bagus.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 180 Ribu Per Kilogram di Kukar

Baca juga: Stok Cabai Merah di Kutai Barat Mulai Kosong, Harganya Naik Tajam Rp 130 Ribu/Kg

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Kota Balikpapan Kembali Melambung Naik

"Sehingga pasokan dan produksi cabai kembali normal,” tutur Heria.

Selain cabai, Heria juga menanggapi pertumbuhan tomat yang terganggu karena adanya cuaca buruk.

Termasuk juga produksi bawang yang alami penurunan, lagi-lagi akibat cuaca buruk.

“Di sentra bawang merah daerah Enrekang Sulawesi Selatan kemarin banjir, tapi bawang memang bukan lokal ya,” kata Heria.

Heria berujar, harga operasi pasar masih dibilang wajar jika petani mengambil keuntungan sampai 10 persen.

Baca juga: Harga Sembako di Samarinda Terus Naik, Pemkot Beber Kondisi Pasokannya

“Masih kita monitor, masih sepanjang wajar kalau dari petani Rp 90 ribu di pasar Rp 100 ribu, karena kan mereka menyesuaikan harga biaya produksi,” ucapnya.

Biaya Produksi Turun

Heria Aprisni, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, menanggapi isu tentang harga cabai yang akhir-akhir ini naik.

Menurut Heria, harga cabai yang melonjak ini karena pengaruh cuaca yang buruk yang mengakibatkan gagal panen dan berkurangnya pasokan cabai sehingga produksi mengalami penurunan hingga 50 persen.

“Pengaruh cuaca ya, karena dari april musim hujan jadi pertumbuhan cabai terhambat, yang biasanya 1 hektar 1 ton sekarang tidak sampai,” ujar Heria.

Cabai asli yang ditanam di Gala Puncak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Cabai asli yang ditanam di Gala Puncak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Kemudian dikatakan Heria, untuk saat ini harga cabai dipasar mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilonya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved