Travel
Mengenal Museum Sadurengas di Paser, jadi Istana Sultan sampai Benda Pusaka
Museum Sadurengas di Kabupaten Paser, merupakan bekas rumah salah satu Sultan Paser di abad ke-18, yaitu Sultan Aji Tenggara.
TRIBUNKALTIM.CO, TANAH GROGOT - Museum Sadurengas di Kabupaten Paser, merupakan bekas rumah salah satu Sultan Paser di abad ke-18, yaitu Sultan Aji Tenggara.
Demikian dipaparkan oleh Wabup Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf dalam peresmian event Gebyar di Museum Sadurengas, Jalan Keraton, Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (18/7/2022).
Dia menegaskan, keberadaan Museum Sadurengas menjadi kebanggan bagi masyarakat Kabupaten Paser dan bukti sejarah yang pernah dilewati.
Wabup Paser, Hj. Syarifah Masitah Assegaf mengatakan, Museum Sadurengas merupakan museum bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Paser.
Baca juga: Museum Sadurengas Andalan Wisata Edukasi di Paser Kalimantan Timur
Baca juga: Museum Sadurengas Paser Sepi Pengunjung, Hanya Ramai di Hari Libur Nasional
Baca juga: Pemkab Paser Gelar Pameran Benda Pusaka di Museum Sadurengas, Ajak Masyarakat Memaknai Budaya
Bangunan museum membentuk rumah panggung atau dalam bahasa Paser disebut Kuta Imam Duyu Kina Lenja.
"Berarti rumah kediaman pemimpin yang bertingkat," terangnya.
Wabup Syarifah Masitah menjelaskan, dahulu Museum Sadurengas pernah menjadi Istana Kesultanan oleh Sultan Ibrahim Khaliludin di awal abad ke-19.
Dalam museum terdapat berbagai koleksi benda kuno peninggalan sejarah Kesultanan Paser.
"Seperti tempayan, guci kuno, alat rumah tangga, kesenian, benda pusaka hingga pakaian Kesultanan Paser," ujar Wabup Paser.
Baca juga: Mengintip Museum Macan di Jakarta, Suguhkan Seni Karya Instalasi tentang Makna Hidup
Tak jauh dari museum, terdapat makam para raja dari Kerajaan Sadurengas yang sering dikunjungi oleh masyarakat setempat maupun dari luar daerah.
Kemudian terdapat sebuah batu yang disebut Batu Kilan, yang dipercaya masyarakat sekitar untuk dapat mengetahui nasibnya.
Menurutnya, Museum Sadurengas memiliki banyak nilai sejarah dengan segala adat budaya.
"Inilah yang menjadi ikon histori dari Bumi Daya Taka yang kita cintai," beber Masitah.
Antusiasme Sangat Besar
Terlihat antusiasme pelajar dan masyarakat umum mengikuti berbagai lomba dalam Gebyar Museum Sadurengas ke-IV, diikuti sekitar 300 peserta dari tingkat TK, SD, SMP, hingga masyarakat umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/museum-sadurengas-paser-ramai.jpg)