Berita Malinau Terkini

BBM Langka di Malinau Hampir 2 Bulan, Harga Solar Tembus Rp 12 Ribu/Liter, Picu Kenaikan Bahan Pokok

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak atau BBM tak hanya terjadi di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur, tetapi di Kalimantan Utara (Kaltara), yakni di Kab

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Ilustrasi kondisi kelangkaan BBM di Kutai Barat mengakibatkan antrean panjang kendaraan roda 4 di sejumlah SPBU. Kondisi kelangkaan BBM juga dikabarkan terjadi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, bahkan sudah berlangsung sekitar 2 bulan belakangan. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

Peristiwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kutai Barat masih ramai diperbincangkan masyarakat.

Kekosongan BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang terjadi sejak Senin (18/7/2022) lalu memicu keluhan banyak masyarakat. Tak sedikit di antara mereka menilai kelangkaan BBM ini tidak masuk akal.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Kepala Bagian Perekonomian, Agustinus Dalung bersama tim terkait melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU dan APMS di wilayah Kutai Barat

Dalam peninjauan itu, Agustinus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Kubar dan menemui pihak Pertamina. 

“Berdasarkan penjelasan dari petugas SPBU dan APMS. BBM jenis Pertamax beberapa hari ini tidak masuk ke Kubar sehingga kendaraan-kendaraan yang awalnya menggunakan Pertamax beralih menggunakan Pertalite sehingga mengakibatkan antrean panjang,” katanya, Kamis (21/7/2022).

Dia mengatakan, Pemkab Kubar tidak tinggal diam terkait kelangkaan BBM jenis Pertamax dan Pertalite di wilayah Kubar.

Pemkab Kubar melalui Bagian Perekonomian sudah berkoordinasi langsung dengan Pertamina, untuk memecahkan permasalahan BBM tersebut.

Bahkan, kata dia, Pertamina sudah menjadwalkan pertemuan dengan Pemkab Kubar pada Kamis (21/7/2022) di Samarinda khusus untuk membahas kelangkaan BBM di Kubar.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kubar, Asisten II, Disperindagkop, dan Bagian Perekonomian.

“Dengan tidak adanya Pertamax yang masuk tentu jumlah atau kuota BBM di Kubar berkurang, jadi semua kendaraan yang semula menggunakan Pertamax beralih menggunakan Pertalite, akibatnya antrean kendaraan konsumen/masyarakat menumpuk di semua SPBU dan APMS,” jelasnya.

Saat meninjau langsung ke SPBU dan APMS, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pengisian BBM berulang-ulang, saat ini cukup satu kali sehingga semua masyarakat yang memerlukan BBM kebagian.

”Petugas dari kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga langsung memantau langsung di lapangan agar tidak ada masyarakat yang memaksa melakukan pengisian BBM berulang-ulang,” ucapnya.

Secara khusus Kepala Bagian Perekonomian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan panik membeli BBM.

Sebab, lanjut dia, Pemkab Kubar sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, dan saat ini BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Dexlite dan Solar sudah dalam perjalanan ke Kubar.

"Sekali lagi jangan panik dan jangan menimbun, karena jika ada masyarakat yang menimbun akan menimbulkan efek yang besar, di mana masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat BBM, karena BBM sudah dalam perjalanan ke Kubar. Pemkab Kubar tentu tidak diam saja melihat kondisi kelangkaan BBM di tengah masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved