Berita Malinau Terkini
BBM Langka di Malinau Hampir 2 Bulan, Harga Solar Tembus Rp 12 Ribu/Liter, Picu Kenaikan Bahan Pokok
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak atau BBM tak hanya terjadi di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur, tetapi di Kalimantan Utara (Kaltara), yakni di Kab
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak atau BBM tak hanya terjadi di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur, tetapi di Kalimantan Utara (Kaltara), yakni di Kabupaten Malinau.
BBM jenis solar susah didapat di Malinau, stok di sejumlah APMS dan kios BBM selalu kosong.
Kondisi ini kerap dikeluhkan para sopir truk sehingga menghambat kerja mereka sehari-hari.
Pantauan TribunKaltara.com, stok solar rata-rata belum tersedia di sejumlah APMS atau Kios BBM di sekitar ibu kota kabupaten.
Kondisi solar sulit diperoleh ini kabarnya telah berlangsung sejak dua bulan lalu.
Baca juga: Cegah Kelangkaan BBM, Pemkab Kubar Gandeng Pertamina Salurkan Bahan Bakar Semaksimal Mungkin
Dan kelangkaan solar saat ini dikeluhkan sejumlah sopir truk di Malinau.
Sopir dump truck di Pelabuhan Kelapis, Abd Azis menerangkan karena sulit diperoleh harga BBM jenis solar melambung hingga melebihi rata-rata harga Pertalite.
Rekanannya mengeluhkan kerap tak memperoleh jatah solar untuk beroperasi setiap hari.
"Sebulan lebih, hampir 2 bulan begitu. Sekarang harga eceran sampai Rp 12 ribu satu liter, lebih mahal dari bensin, itupun susah kita dapat. Sementara kita kejar kuota ret setiap hari," ungkapnya, Rabu (20/7/2022).
Menurut Azis, saat ini selain harga yang melambung tinggi, kelangkaan solar kerap dikeluhkan sopir dump truck di Malinau.
"Cobalah di cek ke APMS, atau kios. Sekarang itu susah mau dapat. Kita harus pesan duluan. Setor duluan duit supaya kebagian. Beruntung itu kalau ada," katanya.
Kondisi tersebut juga dikeluhkan sejumlah pengemudi kendaraan angkut berbahan bakar solar.
Kenaikan biaya transportasi dinilai sebagai salah satu faktor penyebab tingginya harga komoditas dan bahan pokok di pasaran.
"Barang sekarang mahal di pasar karena itu biaya transportasinya tinggi, seliter Rp 12 ribu eceran. Kasihan itu sopir-sopir susah mau kerja. Setahu saya tahun-tahun lalu itu kita ada Rakor BBM, nah sekarang tidak pernah ada sudah," kata Rustam, sopir sekaligus pemasok bahan pokok di Malinau Utara.
Baca juga: Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kubar Bertemu Pihak Pertamina di Samarinda, Bahas Kelangkaan BBM
Kelangkaan BBM di Kutai Barat, Warga Ramai-Ramai Curhat di Medsos
