Kamis, 16 April 2026

Berita DPRD Bontang

DPRD dan Diskop-UKMP Komitmen Perbaiki Fasilitas Gedung Baru Pasar Citra Mas di Bontang

Relokasi pedagang Pasar Citra Mas Lok Tuan Bontang masih terus menuai polemik

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Komisi II DPRD Bontang usai gelar rapat kerja komisi bersama Diskop-UKMP terkait pembahasan polemik Pasar Citra Mas Lok Tuan.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Relokasi pedagang Pasar Citra Mas Lok Tuan Bontang masih terus menuai polemik.

Pasalnya sejumlah pedagang ikan sejuah ini masih menolak untuk direlokasi ke gedung baru Pasar Citra Mas Lok Tuan.

Kepala Diskop-UKMP Bontang, Kamilan pun menegaskan akan mengalihkan lapak baru itu untuk pedagang lain jika masih ada yang tak ingin direlokasi.

Namun sebelum dialihkan, Diskop-UKMP akan lebih dulu melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali.

“Kalau masih menolak. Lapaknya saya alihkan buat pedagang baru. Masih banyak yang mau, kalau pedagang ikan di pasar lama itu menolak,” ujarnya saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPRD Bontang, Senin (25/7/2022).

Baca juga: DPRD Bontang Minta Diselesaikan Dengan Musyawarah Soal Pungli di Pasar Citra Mas Lok Tua

Baca juga: Nihil Investor Semester Awal 2022, DPRD Bontang: Yang Dinas Luar Harus Bisa Datangkan Investasi

Baca juga: DPRD Bontang Usulkan Anggaran Banjir 10 Persen dari Belanja Infrastruktur

Kamilan menjelaskan, ada 59 pedagang ikan yang terdata oleh UPT Pasar.

Namun sejuah ini, hanya 25 pedagang yang telah pindah ke gedung pasar baru.

“Jadi sekitar 34 pedagang yang belum mau pindah dengan berbagai alasan,” bebernya.

Ditegaskan Kamilan, para pedagang ikan yang menempati fasilitas pemerintah itu hanya memiliki hak pakai.

Sehingga semua pedagang wajib mengikuti aturan yang sesuai ketentuan, serta menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan fasilitas yang ada.

Terlebih juga lahan pasar lama yang ditempat berjualan oleh pedagang ikan itu, sengketa. Karena kepemilikan lahan belum jelas.

“Kalau semuanya mau diturutin, tidak mungkin bisa. Jadi pindah aja dulu, baru ngomongin hak,” terangnya.

Pernyataan mantan Kepala Dinas Perhubungan itu pun mendapat tanggapan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam.

Ia menyebutkan, meski sementara ini para pedagang belum ingin direlokasi, ada baiknya Diskop-UKMP tetap menyelesaikan persoalan ini secara persuasif.

Jangan sampai keputusan mengalihkan lapak yang baru untuk pedagang lain itu justru menciptakan masalah baru.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved