Video Viral
Berlangsung Juli-September, Penjelasan BMKG Soal Suhu Dingin Landa Indonesia
Berlangsung Juli-September, penjelasan BMKG soal suhu dingin landa Indonesia
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra
TRIBUNKALTIM.CO - Simak penjelasan tentang penyebab suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Dilansir dari Tribunnews.com, suhu dingin di Indonesia biasanya terjadi ketika malam dan menjelang pagi hari.
Fenomena suhu dingin ini sebenarnya merupakan peristiwa ilmiah yang normal terjadi.
Suhu dingin biasanya terjadi di bulan-bulan puncak kemarau, yang berkisar anrara 14-21 derajat Celcius.
Baca juga: KABAR GEMBIRA Kepala BMKG RI Sebut Lokasi IKN tak Rawan Gempa
Menurut BMKG, suhu dingin akan berlangsung mulai bulan Juli hingga September, yang ditandai oleh pergerakan angin dari arah timur yang berasal dari benua Australia.
Herizal selaku Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyatakan bahwa pada bulan Juli wilayah Australia berada dalam periode musim dingin.
Suhu dingin ini disebabkan karena adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia.
Pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia ini dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.
Baca juga: Cuaca Berau Hari Ini, Selasa 26 Juli 2022, Berpotensi Cerah Berawan hingga Sore
Angin Monsoon Australia bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia.
Perairan Samudera Indonesia ini memiliki suhu permukaan laut yang relatif dingin.
Sehingga hal ini menyebabkan adanya suhu dingin di beberapa wilayah di Indonesia.
Wilayah yang dilewati suhu dingin adalah di wilayah Indonesia bagian khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara juga nerpengaruh ke suhu dingin di malam hari.
Baca juga: Cuaca Kaltim Stabil dan Potensi Bencana Minim, Gubernur Isran Noor: Wajar IKN Ditetapkan Disini
Hal ini terjadi karena tidak ada uap air yang menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari dan tidak tersimpan di atmosfer.
Fenomena ini membuat langit cenderung terlihat bersih.