Berita Paser Terkini

Disbunak Paser Temukan Indikasi Penularan PMK di 2 Kecamatan, Akan Segera Lakukan Investigasi

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser mendeteksi adanya penyebaran Pemyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bumi Daya Taka

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Tim dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser saat melakukan pemeriksaan pada hewan ternak yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser mendeteksi adanya penyebaran Pemyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bumi Daya Taka.

Hal itu dibuktikan setelah dilakukannya pemeriksaan PMK di beberapa wilayah yang ada di Paser, Selasa (26/7/2022)

Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono menyampaikan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan ditemukan adanya indikasi penyakit menular PMK pada hewan ternak di Paser.

"Kemarin malam saat tim dari Disbunak beserta pihak kepolisian melakukan pengecekan di salah satu peternakan milik warga, hasilnya ditemukan ada hewan ternak jenis sapi terindikasi tertular penyakit PMK," terangnya.

Baca juga: Pulau Jawa dan Sebagian Sumatera Sudah Masuk Zona Merah PMK

Baca juga: Tawaran Perdana Menteri Anthony Albanese kepada Indonesia dalam Mencegah PMK

Baca juga: Dokter Hewan di Kukar Beber Daging dan Susu Sapi Kena PMK Aman Dikonsumsi

Terdapat 2 wilayah yang ditemukan adanya indikasi penularan PMK di Paser, meliputi Kecamatan Pasir Belengkong dan Muara Komam.

"Sementara ini, hanya ada 2 wilayah di Paser ini yang kita temukan adanya indikasi penularan PMK pada hewan ternak, yaitu di Kecamatan Muara Komam dan Pasir Belengkong," terangnya.

Hanya saja, Disbunak Paser belum memastikan kebenaran dari indikasi penularan PMK pada hewan ternak baik itu sapi, kerbau maupun kambing.

Untuk itu, kata Djoko guna memastikan hal tersebut pihaknya bekerjasama dengan Balai Veteriner (BVet) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Harus di uji lab dulu, sementara ini tim dari BVet Banjarbaru tengah menuju Muara Komam untuk mengambil sampel, kemudian dilakukan pemeriksaan di lab guna memastikan hewan ternak tersebut terjangkit PMK atau tidak," jelas Djoko.

Untuk mengetahui hasil uji lab yang dilakukan oleh Balai Veteriner, juga diperlukan waktu beberapa hari.

"Paling cepat 2 hari hasilnya baru keluar, dari situ baru bisa kita simpulkan bahwa hewan ternak pada 2 kecamatan di Paser terjangkit PMK atau sebaliknya," tambah Djoko.

Dijelaskan, ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit PMK yaitu juga bisa dilihat dari fisik hewan tersebut.

Seperti mulut hewan ternak berbuih atau berbusa, lalu ada luka merah-merah di bagian kaki yang nanti menyerang sampai ke kuku hewan.

"Dari gejala itu, hewan ternak akan ambruk karena pijakan kaki itu tidak ada kekuatan lagi untuk menahan. Akibatnya, hewan ternak tidak memiliki selera makan hingga pada akhirnya mati," beber Djoko.

Langkah yang dilakukan kedepannya, Disbunak Paser bakal segera melakukan investigasi di tiap kecamatan guna menghambat penularan PMK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved