Berita Nasional Terkini

Kasus Mutilasi di Semarang Terungkap Berkat Kartu ATM, Sederet Fakta Pembunuhan Sadis Ini Terjadi

IS (32), Pelaku mutilasi terhadap wanita asal Tegal berinisial K (24) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terbilang berdarah dingin.

Editor: ade mayasanto
KOMPAS.com/Dian Ade Permana
Pelaku mutilasi Imam Sobari di depan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengaku memotong korban menjadi 11 bagian 

TRIBUNKALTIM.CO - IS (32), Pelaku mutilasi terhadap wanita asal Tegal berinisial K (24) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terbilang berdarah dingin.

Satu minggu setelah membunuh dan memutilasi korban, IS mendatangi rumah keluarga korban di Desa Cibunar, RT 02/RW 02, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Minggu (24/7/2022).

Aswirto, Ayah dari korban saat itu tidak menaruh curiga terhadap pelaku.

Sebabnya, Aswirto belum mengetahui kasus pembunuhan sekaligus mutilasi terhadap anaknya, K.

Menurutnya, pelaku IS datang ke rumah demi menemui cucunya yang juga merupakan anak dari pelaku IS dengan K. Anak IS dan K ini berusia lima tahun.

Ia menyebut, pelaku IS datang saat dirinya berada di Ungaran, Jawa Tengah. Saat itu Aswirto tengah menelusuri keberadaan K yang hilang kontak sejak beberapa hari lalu.

MUTILASI - Sosok memutilasi K, ternyata tak lain adalah mantan kekasih korban semasa SMA, IS. Potongan tubuh K ditemui di beberapa wilayah di Kabupaten Semarang.
MUTILASI - Sosok memutilasi K, ternyata tak lain adalah mantan kekasih korban semasa SMA, IS. Potongan tubuh K ditemui di beberapa wilayah di Kabupaten Semarang. (Kolase Tribun Jateng)

Keberadaan pelaku IS di kediaman pribadi Aswirto ini pun dikabari dari adik korban melalui sambungan telepon seluler.

Mengetahui keberadaan pelaku IS, Aswirto meminta pelaku IS untuk menunggunya di rumah.

Aswirto saat itu ingin membicarakan keberadaan sang anak yang sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi.

Permintaan Aswirto diamini pelaku IS.

Namun, setelah itu pelaku IS justru balik badan. Pelaku IS bergegas meninggalkan kediaman Aswirto dan keluarga.

Polisi menangkap Pelaku IS pada Senin (25/7/2022), sekitar pukul 01.00 WIB.

"Feeling saya pelaku ini sudah curiga karena kan polisi beberapa kali ke rumah saya," ujarnya.

Hal senada dikemukakan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. Luthfi mengemukakan, pelaku IS sudah merasa dirinya menjadi target kepolisian setelah berkunjung ke rumah korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved