Selasa, 5 Mei 2026

Yuk, Kenali Penyebab Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya

Kenali berbagai penyebab dan gejala hingga cara pencegahan penyakit kanker serviks.

Tayang:
Editor: Diah Anggraeni
HO/RS Adi Husada
RS Adi Husada Cancer Center menyediakan teknik radiasi mulai dari yang konvensional hingga tiga dimensi dan Intensity Modulated Radioteraphy. 

TRIBUNKALTIM.CO - Menurut data yang dihimpun oleh Globocan tahun 2020, kanker serviks merupakan jenis kanker dengan angka kematian terbanyak kedua setelah kanker payudara dengan 21.003 jiwa.

Angka pertumbuhan kasus baru kanker serviks juga terbilang cukup signifikan.

Tercatat sebanyak 36.633 kasus baru kanker Serviks pada periode yang sama.

Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi saat ada sel di leher atau mulut rahim tidak normal dan berkembang dengan tidak terkendali.

Di Indonesia kanker serviks masih merupakan masalah utama kesehatan wanita.

Menurut data registrasi kanker di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara.

Baca juga: Banyak Anak Didiagnosis Kanker, Adi Husada Cancer Center Tegaskan Orang Tua Jangan Terlambat

FAKTOR RISIKO

Faktor risiko kanker serviks antara lain aktivitas seksual pada usia muda, perilaku seksual yang tidak aman, merokok, kebersihan organ wanita.

Terbanyak penderita kanker serviks ditemukan pada usia 40-50 tahun.

Secara teoritis, hal ini disebabkan wanita yang terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV) lebih menetap dan terjadi akumulasi mutasi yang dapat menyebabkan transformasi keganasan selular.

Wanita yang memulai aktifitas seksual pada usia muda/pernikahan dini, berganti-ganti pasangan, merokok, akan meningkatkan terinfeksi HPV.

Merokok meningkatkan risiko kanker pada wanita dengan infeksi HPV, karena Nikotin ditemukan pada mucus/getah serviks pada wanita yang merokok.

Bahan kimia ini memicu perubahan selular ke arah keganasan.

Baca juga: Rajinlah Konsumsi Jahe, Ini 7 Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Mencegah Kanker

KENALI PENYEBAB DAN GEJALANYA

Hampir 99,7 persen kasus kanker serviks secara langsung berkaitan dengan infeksi HPV (WHO, 2006).

Virus ini pada umumnya ditularkan melalui hubungan seksual.

Penyebab lainnya adalah pernikahan dini, karena pada usia dini sangat rentan terjadinya perubahan perubahan sel-sel, sehingga mudah terjadi kanker di kemudian hari, kurangnya menjaga kebersihan vagina, merokok dan mempunyai banyak anak.

Tanda-tanda awal yang mudah untuk mendeteksi kanker serviks yaitu adanya keluhan keputihan yang terus-menerus dan berbau tidak sedap, adanya perdarahan di luar jadwal menstruasi, perdarahan seperti menstruasi setelah menopause, nyeri saat berhubungan seksual dan nyeri panggul yang terus-menerus.

Apabila kanker telah menyebar ke sekitar dan dinding panggul, akan menekan organ di sekitarnya sehingga menimbulkan gejala lainnya berupa pembengkakan kaki, nyeri pinggang, gangguan berkemih dan gangguan buang air besar.

Baca juga: Stop Tidur Terlalu Malam, Ini 5 Efeknya Bagi Kesehatan Tubuh, Diantaranya Meningkatkan Risiko Kanker

CEGAH DENGAN VAKSINASI

Mencegah terjadinya infeksi HPV secara sekunder yaitu dengan pemeriksaan Pap Smear dan IVA (test inspeksi visual dengan asam asetat), serta pencegahan primer dengan pemberian Vaksin HPV yang bertujuan untuk mengeliminasi infeksi HPV.

Selain itu, kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi.

Pap Smear idealnya dilakukan setahun sekali sebagai lini pertahanan pertama untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Jika hasil pap smear normal, dapat dilakukan vaksinasi.

Tapi jika hasil pap smear didapati adanya sel kanker, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti biopsy serviks untuk menentukan jenis sel kanker tersebut.

Bagi wanita yang belum menikah dan belum pernah melakukan hubungan seksual tanpa melakukan pap smear, bisa langsung melakukan vaksinasi HPV.

Vaksinasi HPV dapat diberikan mulai umur 9-13 tahun.

Baca juga: Curhat Pilu Aida Saskia, Kini Dikucilkan Karena Idap Kanker Payudara dan Bipolar: Aku juga Mau Sehat

PENGOBATAN KANKER SERVIKS

Pengobatan kanker serviks tergantung stadium kanker itu sendiri.

Apakah stadium dini atau stadium lanjut.

Jika stadium dini masih bisa dilakukan operasi dengan atau tanpa radiasi.

Tapi bila sudah dalam stadium lanjut, umumnya tidak dapat dilakukan operasi lagi, maka dilakukan radiasi dan kemoterapi.

Radiasi bertujuan untuk membunuh sel kanker sebanyak-banyaknya dan seminimal mungkin mengenai jaringan sehat.

Jenis radiasi untuk kanker serviks meliputi radiasi eksterna (sinar luar) dan brakiterapi atau yang disebut sinar dalam.

Radiasi eksternal menggunakan alat khusus, di mana sumber radiasi terletak di luar tubuh dan berjarak tertentu dari tubuh pasien.

Mempunyai energi yang tinggi untuk membunuh sel kanker yang dapat mencakup tumor primer dan kelenjar getah bening di sekitarnya.

Teknik radiasi mulai dari yang sederhana (konvensional) sampai tiga dimensi (3DCRT) dan Intensity Modulated Radioteraphy (IMRT).

Teknik ini semua ada di RS Adi Husada Cancer Center (AHCC).

Sementara Brakiterapi merupakan teknik radiasi yang berbeda dengan radiasi eksterna.

Sumber radiasi diletakkan di dalam atau didekatkan pada target sehingga memberikan dosis yang sangat tinggi dan seminimal mungkin pada jaringan sehat di sekitarnya.

Radiasi eksterna diberikan sebanyak 25-35 kali, setiap hari, kecuali sabtu minggu, selama 5-7 minggu.

Jika dilakukan sinar dalam, dapat diberikan 2-3 kali setiap 1 minggu sekali.

Baca juga: Siapa Bilang Rokok Elektrik Lebih Aman? Kemenkes Beber Picu Sakit Jantung, Kanker

POLA HIDUP PREVENTIF

Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, tidak merokok, dan melakukan hubungan seks aman.

Selain upaya mencegah terjangkit kanker serviks, pola hidup sehat juga akan menghindarkan kita dari berbagai jenis kanker lainnya.

Kanker pada umumnya dapat ditangani jika pasien datang ke dokter dalam stadium dini.

Tetapi jika datang dalam stadium lanjut akan menjadi sulit untuk mendapat penyembuhan. (*)

Ditulis oleh dr. Lulus Handayani, Sp.Rad. Sp.Onk.Rad (K), Spesialis Onkologi Radiasi Adi Husada Cancer Center.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved