Berita Berau Terkini

Waspada Virus Cacar Monyet, IDI Berau Juga Imbau Masyarakat Tetap Terapkan PHBS

Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat untuk penyakit cacar monyet

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Renata
Ketua IDI Cabang Berau, Jusram Imbau Masyarakat Tetap Terapkan PHBS guna cegah virus cacar monyet. (Tribun Kaltim/Renata) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat untuk penyakit cacar monyet.

Meski masih belum terdeteksi di Indonesia, namun kasus cacar monyet atau Monkey Pox sudah ditemukan di Singapura.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta para dokter dan tenaga kesehatan mewaspadai pasien dengan gejala cacar monyet dan hindari kontak langsung.

Ketua IDI Cabang Berau, Jusram menjelaskan Monkey Pox atau cacar monyet adalah suatu penyakit menular dari luar negeri, dan menurutnya penyakit tersebut harus diwaspadai.

Apalagi WHO sudah mengimabu terkait adanya penyakit tersebut.

Baca juga: Walikota Rahmad Masud Tetap Bangun RS di Balikpapan Barat meski Didugat Warga

“Meski Indonesia masih masuk dalam salah satu negara yang aman, tetapi harus tetap diwaspadai,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (29/7/2022).

Dirinya juga mengatakan bahwa cacar monyet disebabkan oleh virus yang juga dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Untuk gejala, menurutnya itu hampir menyerupai dengan infeksi virus lainnya sepereti demam, nyeri otot dan lainnya.

“Tetapi yang paling khusus adalah adanya ruam atau perubahan di bagian kulit dan penmbesaran kelenjar getah bening, itu adalah gejala spesifiknya. Tetapi gejala lainnya sama seperti infeksi seperti biasanya,” katanya.

Baca juga: Hypermart Balikpapan Trade Center Promo Tengah Tahun Termurah hingga 1 Agustus

Cara untuk menghidari, Menurut Jusram dengan cara menghindari kontak fisik dengan penderita, jika nantinya terjadi di Kabupaten Berau.

Dan yang paling inti yakni selalu melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Jadi sama seperti virus pada umumnya yang penularannya dengan cata kontak fisik. Namun jika seaindanya tertular, maka sesegera mungkin ditangani oleh tenaga medis,” jelasnya.

Tetapi menurutnya sampai saat ini belum ada laporan jika di Kabupaten Berau ada yang memiliki gejala cacar monyet tersebut.

Pasalnya, untuk meneteksi virus itu juga diharuskan menggunakan pemeriksaan secara PCR (Polymerase Chain Reaction).

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Vaksin Booster di Kutai Kartanegara Hari Ini, Sabtu 30 Juli 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved