Berita Kutim Terkini

Lima Pelaku Dibekuk Polres Kutim, Sabu Dari Malaysia untuk Diedarkan ke Sejumlah Kecamatan

Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur kembali menggagalkan peredaran gelar Narkotika di wilayah Kabupaten Kutai Timur

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba oleh Satres Narkoba Polres Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur kembali menggagalkan peredaran gelar Narkotika di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Barang bukti berupa 475,66 gram sabu-sabu berhasil disita dan lima orang pelaku, yang terlibat penyalahgunaan narkoba tersebut telah dibekuk pihak kepolisian.

Kapolres Kutim, AKBP Anggoro Wicaksono mengungkap bahwa penyalahgunaan narkoba tersebut, berasal dari Negara Malaysia yang rencananya akan disebarluaskan di Kabupaten Kutai Timur.

Selain menyita sabu, lanjut Anggoro, pihaknya juga menyita timbangan digital, handphone, dan tas milik tersangka.

Termasuk pula satu unit mobil rental asal Kota Bontang yang digunakan pelaku untuk mobilisasi.

Baca juga: Ringkus Pencuri HP Polres Berau Justru Dapati 42 Poket Sabu

Baca juga: BNNP Kaltim Gagal Edarkan 4 Kilogram Sabu dari Kaltara, Bos Besar Buron, 2 Kurir Tertangkap

Baca juga: Pesta Sabu di Hotel, Pelaku Narkoba di Bontang Akui Dapat Sabu dari Seorang Napi di Lapas Tenggarong

“Jadi mobil yang digunakan ini statusnya rental, pelaku NA rental mobil ini di Bontang,” ujar Kapolres dalam rilisnya, Rabu (3/8/2022).

Sebanyak lima tersangka yang berhasil ditangkap yakni AB (34) warga asal Kecamatan Rantau Pulung, NA (32) wanita asal Kecamatan Teluk Pandan, SP (46) asal Kecamatan Muara Wahau, AR (38) asal Kecamatan Telen dan OP (35) asal Kecamatan Karangan.

Selanjutnya diinformasikan bahwa dua pelaku dari lima tersangka ini adalah residivis dengan kasus serupa, yakni penyalahgunaan narkoba.

“AB dan SP adalah residivis kasus narkoba juga. Padahal AB ini masih hitungan hari baru bebas dari Lapas Bontang,” ujarnya.

Sedangkan NA, yang merupakan satu-satunya tersangka wanita, ditangkap pihak kepolisian di rumah orang tua AB.

Sementara itu, Kasatreskoba Polres Kutim AKP Damianus Jelatu menjelaskan, barang haram ini dikendalikan oleh orang yang sama asal Malaysia.

AB diduga melakukan komunikasi via seluler sejak dalam lapas dengan menyewa handphone Rp 5 ribu per menitnya.

“Jadi poket-poket kecil itu akan dijual dengan harga Rp 300 ribu, sementara satu gramnya dihargai Rp 1,8 juta. Mereka ini membuat paket hematnya untuk disebarkan,” ucapnya.

Baca juga: Pesta Narkoba di Kamar Hotel, 4 Tersangka Pengedar Sabu Dibekuk Polres Bontang

Dalam kesempatan tersebut juga, Damianus meminta peran aktif masyarakat untuk ikut memerangi peredaran narkoba, dengan cara melapor ke polisi terdekat jika mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba.

Hal ini perlu dilakukan karena hampir semua wilayah di Kutim ini rawan akan peredaran narkoba.

“Karena tanpa informasi dari masyarakat kami tidak akan berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba. Semoga setelah ini kami kembali berhasil mengungkap kasus narkoba lainnya,” ucapnya.(*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved