Berita Nasional Terkini

Bharada E Beber Fakta Tentang Kasus Brigadir J, Rocky Gerung: Ada Kelegaan

ocky Gerung berpendapat bahwa pengakuan Bharada E terkait beberapa fakta atas kematian Brigadir J membawa kelegaan bagi masyarakat

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Bang HS TV
Baru-baru ini, Rocky Gerung mengaku bahwa pengakuan Bharada E terhadap kematian Brigadir J membawa sebuah kelegaan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rocky Gerung berpendapat bahwa pengakuan Bharada Richar Eliezer atau Bharada E terkait beberapa fakta atas kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) membawa kelegaan bagi masyarakat.

Di mana menurut Rocky Gerung, justice collaborator yang diajukan Bharada E dalam kasus Bharada J bisa menghindari conflict of interest serta menghindari sensasi yang makin lama makin berkembang di Kepolisian

"Dan kembali pada fungsi pengadilan nanti yaitu menetapkan siapa tersangka, dan pada saat itu tentu Polri bisa berlega nanti karena institusinya bisa diselamatkan tuh," kata Rocky Gerung dikutip dari kanal YouTube pribadinya (Rocky Gerung Official), Senin (8/7/2022).

"Jadi menyelamatkan institusi memang ada ongkosnya tuh, yaitu ada suatu kelompok, satu orang atau, satu gen yang harus dibersihkan, itu intinya kan," tambah Rocky Gerung.

Baca juga: Jokowi Akan Bahas Gaji Pensiunan TNI dengan Menkeu, Rocky Gerung: yang Puyeng Sekarang Sri Mulyani

Tidak dipungkiri Rocky Gerung bahwa dengan adanya kasus dalam hal ini kasus Brigadir J, bisa menjadi pintu untuk membuka berbagai macam pintu lain atau kasus di Kepolisian.

"Ini kan pintu pertama aja, kan di dalamnya kan ada labirin, macam-macam, ada pintu yang begitu dimasukin, ternyata ada pintu lain di dalamnya tuh. Jadi, berjejaring dan labirin itu kalau nggak diliat dari atas, dari puncak menara, kita nggak tahu jalan keluarnya di mana tuh," ungkap Rocky Gerung.

Melihat proses kasus ini, ia mengaku bahwa Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Probowo seperti sedang berada di atas labirin untuk melihat semua yang terjadi di bawah.

Baca juga: Siapa yang Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J? Kuasa Hukum Sebut Sudah Kantongi Identitasnya

Kendati demikian, Rocky Gerung mengaku jika Listyo Sigit Prabowo juga mesti berhati-hati dalam mengawal kasus Brigadir J karena diakuinya sistem senioritas dalam kepolisian masih berlaku.

"Pengaruh partai masih berlaku bahkan sinyal-sinyal dari istana makin keras untuk membongkar kasus ini. Jadi semakin kita merasa bahwa ada kelegaan, semakin juga kita harus menghitung fight backnya para pelaku, atau pembuat pintu-pintu palsu ini di Kepolisian," beber Rocky Gerung.

Meski begitu, Rocky Gerung mengatakan jika kasus Brigadir J belum selesai secara politis, hanya selesai secara kriminal.

Baca juga: Sentil Pertamina Gegara Harga BBM Naik Lagi, Rocky Gerung: Pertamina Secara Akuntansi Udah Bangkrut

Terlebih diakuinya bahwa membongkar jaringan pengaruh di Kepolisian berat dan mahal, karena menyangkut reputasi dan lain sebagainya.

Sebagai tambahan, Bharada E mengaku bahwa cerita yang disampaikannya kepada masyarakat sejauh ini hanya skenario.

"Kronologi kejadian itu yang disampaikan ke publik itu kronologi kejadian yang direkayasa. Artinya, secara kasar atau secara jelas pun itu dibikinkan skenario untuk diperbuat seolah-olah ada kejadian bela paksa," kata Deolipa kepada awak media Senin, 8 Agustus 2022.

"Yang mana Bharada E dilakukan bela paksa terhadap upaya penyerangan oleh korban si Yosua," lanjutnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved