Berita Samarinda Terkini

Dishub Samarinda Bantah Ada Kebocoran, Parkir Nontunai Raup Rp 13 Juta Sebulan

Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda membantah adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Rahmad Taufiq
HO/Dishub Samarinda
Ilustrasi masyarakat yang taat melakukan pembayaran parkir dengan nontunai. HO/Dishub Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda membantah adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.

Seperti diketahui, saat ini Dishub Samarinda bekerja sama dengan Perumda Varia Niaga mengelola perparkiran di Kota Tepian.

Belakangan, PAD dari retribusi parkir dinilai menurun sejak Dishub bekerja sama dengan Varia Niaga yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Samarinda.

Namun, kabar ini dibantah Kepala Dishub Samarinda, Manalu.

"Sebenarnya tidak ada kebocoran, kalau kita bisa lihat secara data ilmiah," ujar Manalu saat dikonfirmasi, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Dishub Samarinda Minta Masyarakat Patuh Bayar Parkir Non Tunai di Tiga Ruas Jalan

Sebelum bekerja sama dengan Varia Niaga, Dishub Samarinda menghimpun sekitar Rp 27 juta per bulan dari retribusi parkir di tiga titik percobaan parkir non tunai.

Tiga titik tersebut berada di Jalan Panglima Batur, Jalan KH Khalid hingga Jalan Diponegoro.

Namun, dari nominal tersebut, Dishub Samarinda harus mengeluarkan Rp 20 juta per bulan untuk upah juru parkir. Sehingga, PAD yang diperoleh Rp 7 juta per bulan.

"Nah ketika dengan perusda Varia Niaga jukir tidak perlu kita bayar lagi gajinya. Karena jukir tersebut gajinya diserahkan ke Perumda Varia Niaga, 20 orang kan," ujarnya.

Saat bekerja sama dengan Varia Niaga, Dishub Samarinda mendapat bagi hasil Rp 13 juta per bulan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved