Unjuk Rasa Solar PPU

Warga Protes Kelangkaan Solar di Penajam Paser Utara, Diduga Ada Mafia Bermain

Ratusan massa aksi yang menggelar demonstrasi di halaman kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) memprotes kelangkaan solar

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Demonstran di depan kantor Bupati PPU diterima Plt Bupati PPU Hamdam, Kamis (11/8/2022). 

Namun, ratusan peserta aksi tersebut tetap menuntut untuk bertemu Bupati hingga mengancam akan memaksa masuk ke kantor Bupati, jika tak ditemui.

Plt Bupati PPU Hamdam menyampaikan, bahwa persoalan kelangkaan solar di Benuo Taka, buka persoalan yang disengaja, terkait subsidi solar merupakan regulasi langsung dari pemerintah pusat.

"Menyikapi persoalan ini, bukan persoalan yang sengaja dibiarkan, karena ini kebijakan pemerintah pusat, kita cuma penikmat kebijakan yang tentunya kuota yang menetapkan adalah pemerintah pusat yang punya kewenangan itu," ungkap Hamdam, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: BBM Langka di Malinau Hampir 2 Bulan, Harga Solar Tembus Rp 12 Ribu/Liter, Picu Kenaikan Bahan Pokok

Hamdam juga menyampaikan, bahwa sulitnya supir mendapatkan solar, bisa saja karena memang ada kekeliruan terhadap mekanisme penyaluran yang ada selama ini.

Selain itu, menurutnya penyebab kelangkaan solar juga bisa jadi karena disebabkan pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) ke Sepaku, sehingga terjadi peningkatan termasuk jumlah kendaraan di PPU.

"Kuoya kita tidak ada berubah, barangkali ada sistem penyaluran yang kurang pas, maka kedepannya akan kita identifikasi. Kedua harus diakui dengan dipilihnya PPU sebagai IKN banyak peningkatan termasuk jumlah kendaraan," terangnya.

Terkait tuntutan dari para demonstran yang terdiri dari beberapa poin, seperti menghentikan dan menangkap pelaku mafia solar.

Menambah titik SPBU penyedia solar subsidi, membuat regulasi yang ramah konsumen solar subsidi, dan meminta pihak keamanan tegas terhadap pencuri solar subsidi.

Baca juga: BBM Pertalite Langka, Energy Watch Ingatkan Pertamina Optimalkan Depo

Diungkapkan Hamdam, tuntutan tersebut akan segera di rapatkan dengan Pertamina sebagai pihak terkait dengan persoalan ini.

"Pemerintah juga tentu menghitung jumlah kendaraan sebelum ditetapkannya jumlah kuota yang ada, segera kami akan mengundang Pertamina dan aparat keamanan membahas hal ini," tegasnya.

Namun demikian, para demonstran mengancam akan menggelar aksi yang dengan mendatangkan massa yang lebih besar, apabila dalam kurun waktu satu atau Minggu kedepan tidak ada perubahan yang terjadi.

Ratusan demonstran tersebut menggelar aksi sebagai bentuk protes terhadap kelangkaan solar yang terjadi di Penajam Paser Utara.

Kuota solar subsidi yang diperuntukan bagi masyarakat Penajam Paser Utara diduga banyak diambil oleh pengetap.

Hal itu membuat supir truk harus mengantri empat hingga lima hari agar bisa mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved