IKN Nusantara

Panjangnya 1,5 Km, Tol Bawah Laut Hubungkan Km 11 Balikpapan ke IKN Nusantara

Panjangnya 1,5 km, tol bawah laut hubungkan km 11 Balikpapan ke IKN Nusantara

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah direncanakan akan melelang pembangunan tol bawah laut dari Balikpapan menuju IKN Nusantara, 2023 mendatang.

Dilansir dari Kompas.com, nantinya, tol bawah laut ini akan menghubungkan Km 11 Balikpapan dengan Ibu Kota Nusantara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pembangunan tol bawah laut di Ibu Kota Nusantara Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim) bertujuan dalam melindungi bekantan.

Basuki mengatakan, teknologi yang digunakan untuk proyek ini berupa immersed tunnel atau terowongan terbenam.

Sebagaimana diketahui, bekantan merupakan salah satu jenis satwa endemik yang ada di Indonesia, lokasinya di Kalimantan.

Hal itu disampaikannya usai acara National Stakeholders Forum 2nd Announcement of 10th WWF di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Rekor, Tol Bawah Laut IKN Nusantara Jadi yang Terdalam di Dunia, Lelang Tahun Depan

"Dari Jembatan Pulau Balang ke IKN, itu kan ada bekantan, kawasan bekantan yang perlu dilindungi.

Jadi, kita bikinkan di bawah laut, mudah-mudahan nggak mengganggu lingkungan," tutur Basuki.

Dia mengungkapkan, ini merupakan terowongan bawah laut terdalam di dunia. Kendati demikian, dia tidak menyebutkan berapa meter kedalamannya.

Sebab, saat ini sudah ada tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan tengah proses desain.

Namun, satu hal yang pasti, panjang dari proyek tol bawah laut tersebut mencapai 1,5 kilometer.

Baca juga: Ketua MPR Temui Jokowi Demi Pastikan IKN Nusantara Tak Stop Jaminan di PPHN dan UU

Adapun tol bawah laut IKN tersebut bakal menyambungkan KM 11 Balikpapan-Samarinda ke arah Jembatan Pulau Balang.

Basuki menuturkan, proyek ini merupakan salah satu bentuk kerja sama Kementerian PUPR dengan Korea Selatan (Korsel).

Kementerian PUPR sebelumnya telah melanjutkan perkuatan kerja sama dengan Korsel terkait pemindahan teknis dan pembangunan ibu kota yang berlokasi di Kaltim.

Perpanjangan ini diimplementasikan melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur di IKN.
Basuki menjelaskan terkait bentuk kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan Korsel.

Ini dimulai dari pertukaran informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi, pengiriman tenaga ahli, peningkatan kapasitas, proyek percontohan, dan bentuk kerja sama teknis lainnya.

"Kami sangat berterimakasih atas kerja sama dan dukungan Pemerintah Korsel kepada Indonesia selama ini," ungkapnya. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved