Breaking News
Jumat, 24 April 2026

Berita Samarinda Terkini

120 Titik CCTV Gagal Terpasang di Sebuah SMK Samarinda, Diduga Ada Penyelewengan Dana

Dugaan adanya penyelewengan dana yang berdampak pada mangkraknya proyek pemasangan closed circuit television (CCTV) di salah satu Sekolah Menengah Kej

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi Gedung Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dugaan adanya penyelewengan dana yang berdampak pada mangkraknya proyek pemasangan closed circuit television (CCTV) di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Samarinda Ulu terjadi.

Di mana pada Oktober 2021 dimulai pekerjaan pemasangan CCTV dengan melibatkan beberapa pihak di antaranya CV. FIK dan pihak ketiga sebagai eksekutor atau pelaksanaan.

Namun pengerjaan proyek yang diduga menyerap dana hingga ratusan juta tersebut terhenti di Februari 2022.

CV. FIK sendiri selaku pihak kedua dijanjikan Rp 23 juta sebagai ongkos pengerjaan terhadap pihak ketiga.

Namun nyatanya, sedari pengerjaan awal pihak ketiga hanya sempat menerima dana secara bertahap hingga total Rp 12 juta dengan target pengerjaan selama dua bulan.

Baca juga: 18 Kamera Pengawas CCTV di Bontang Bisa Diakses Warga Pakai Hp, Begini Caranya

"Jadi proyeknya 120 titik yang ditargetkan. Instalasi sudah clear. Dan baru 50 titik selesai, tapi bahan tidak ada dan kami tidak dibayar," jelas pihak ketiga yang memilih tidak mempublis identitasnya.

Meski bahan belum ada, pihaknya memilih tetap bekerja, walaupun dari upah pokok pihak kedua masih berutang Rp 11 juta.

"Nah pihak kedua menjanjikan upah harian. Kalau direkap Rp 5 juta, jadi hak saya masih Rp 16 juta," bebernya.

"Tapi ya itu tidak ada kabar. Kita hubungi via WhatsApp hanya dibaca oleh pihak CV," keluhnya.

Kami pun berupaya mengonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp mengenai hal tersebut kepada Kepala Sekolah, yakni AT, namun pihaknya enggan berkomentar.

"Tanya sama penyedianya (pihak kedua) bukan sama saya," jawabnya singkat.

Disinggung mengenai terkait jumlah CCTV yang telah terpasang, pihaknya juga kembali hanya meminta pewarta ini bertanya kepada pekerja atau pihak ketiga.

Baca juga: Pencurian di Warung Sembako Samarinda, Pelaku Terekam CCTV dan Viral

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait aktivitas mangkrak ini, kami mencoba mengonfirmasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.

Namun rupanya Kepala Dinas tidak berada di tempat, sebab sedang mengikuti diklat, sehingga kedatangan kami disambut oleh Humas Disdik Pemprov yakni Syaiful Alam.

Kedatangan kami pun disambut dengan penuh curiga dengan segala tanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved