Berita Samarinda Terkini
Pelatihan Kurikulum Merdeka di Samarinda, Dorong Sekolah dan Guru Ikuti Perkembangan Zaman
Kurikulum merdeka terus secara perlahan diterapkan untuk mendorong di berbagai sektor pendidikan.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kurikulum merdeka terus secara perlahan diterapkan untuk mendorong di berbagai sektor pendidikan.
Kemendikbud Ristek RI juga menginstruksikan dari PAUD, TK, SD hinggga SMA didorong melakukan penerapan kurikulum merdeka.
Guna mensukseskan penerapan kurikulum merdeka di Kota Samarinda, Komisi X DPR RI, menggelar workshop pendidikan untuk para pendidik bisa menerapkan kurikulum merdeka di sekolah, Senin (22/8/2022).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian yang hadir langsung dalam pelatihan ini mengatakan, proses pendidikan ke depan tentunya harus turut mengikuti perkembangan zaman.
Baca juga: 50 Sekolah di Kota Samarinda Terapkan Kurikulum Merdeka, Terbanyak di Kaltim
Maka dari itu, trransformasi juga terus dilakukan pihak terkait, terlebih kebutuhan SDM unggul di masa depan.
"Kurikulum ini memang masih dalam tahap penyempurnaan. Kita juga belajar dari beberapa negara maju, memang banyak kunci kesuksesan pendidikan, sarana hingga tenaga pendidik. Tetapi kurikulum juga penting. Masih ada kebebasan sekolah untuk menerapkan kurikulum apa di sekolah SD dan SMP," unngkapnya, Senin (22/8/2022).
Melihat ini, Hetifah mendorong agar sekolah dan guru melalui dinas pendidikan setempat, dapat memfasilitasi hal tersebut guna menerapkan kurikulum merdeka.
"Termasuk untuk tingkat PAUD dan SLB, menerapkan kurikulum merdeka tersebut. Tenaga pendidik menjadi fasilitator dalam dunia pendidikan. Karena guru jadi kunci penerapan kurikulum baru ini," tukas Hetifah.
Baca juga: Apa Itu Kurikulum Merdeka SD? Sejumlah Hal Penting dan Mapel Pilihan: Ada IPAS dan Bahsa Inggris
"Merdeka dan bahagia, jadi kurikulum ini, guru juga bisa mulai dini mengenali kebutuhan dan potensi anak, bukan tidak berkompeten, jadi saat ini inovasi terus dilakukan agar anak-anak bahagia ketika berada di sekolah," sambung Hetifah.
Dalam kesempatan sama, Plt Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Mendikbud Ristek RI, Aswin Wihdiyanto menyampaikan di jenjang PAUD nantinya penerapan kurikulum merdeka juga dibarengi peningkatan kualitas guru yang menurutnya juga menjadi pondasi penting.
"Proses pembelajaran harus disesuaikan potensi dan kemampuan peserta didik," tegasnya.
Kurikulum merdeka juga akan diterapkan di Sekolah Luar Biasa (SLB), namun dengan melihat apa yang telah dicapai peserta didik.
Baca juga: BPMP Kaltim Sambangi Pemkab Paser soal Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar
Nantinya, dalam kegiatan belajar, sekolah tak melulu mengajarkan apa yang telah tertera dalam buku saja, tetapi mencoba menggali potensi yang ada pada diri murid.
"Belum lagi soal pendidikan untuk anak disabilitas harus disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, dan kondisi peserta didik. Untuk itu perlu pengajar yang kreatif dan inovatif. Pelatihan ini untuk proses penguatan tenaga pengajarnya," terangnya. (*)