Rabu, 22 April 2026

Berita Internasional Terkini

Kemesraan Rusia dan Iran Buat Amerika Ketakutan

Simak informasi seputar dunia internasional, Rusia dan Iran makin mesra, membuat Amerika Serikat ketakutan.

Penulis: Kun | Editor: Christoper Desmawangga
americansecurityproject
Presiden Rusia dan Presiden Iran. Rusia dan Iran makin mesra, membuat Amerika Serikat ketakutan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rusia dan Iran makin mesra, membuat Amerika Serikat ketakutan.

Kerjasama dagang dan militer antara Rusia dan Iran semakin kuat.

Kedua negara, baik Rusia dan Iran merupakan musuh setia Amerika Serikat dan Barat sampai saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kolumnis Wall Street Journal Benoit Faucon.

Kemesraan Rusia dan Iran tersebut mampu mereduksi sanksi Barat yang menerpa kedua negara tersebut.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Amerika Serikat Tuding Rusia dalam Masalah Besar di Ukraina, Vladimir Putin Kirim Pasukan Tambahan

Hubungan Rusia dan Iran dilaporkan semakin mesra dan hal itu diyakini membuat Amerika Serikat (AS) ketakutan.

Hal itu diungkapkan oleh Kolumnis Wall Street Journal Benoit Faucon dalam kolomnya.

Dalam tulisannya Faucon mengungkapkan semakin mesranya hubungan Rusia dan Iran akan menolong kedua negara dari dampak sanksi yang diberikan AS.

“Iran dan Rusia menjalin hubungan yang lebih erat dari sebelumnya, karena isolasi internasional mereka mendorong dua musuh Amerika yang setia menuju lebih banyak kerja sama perdagangan dan militer, yang mengkhawatiorkan Washington,” bunyi artikel itu dikutip dari TASS, Minggu (28/8/2022).

Baca juga: AMERIKA dalam Ketakutan Besar, Rusia dan Iran Makin Mesra, Kerjasama Dagang dan Militer Makin Kuat

Artikel tersebut mengungkapkan kedua negara berbagi oposisi terhadap tatanan dunia yang dipimpin AS, dan keduanya sama-sama menderita sanksi AS yang keras.

Rusia didera sanksi AS terkait penyerangan ke Ukraina, dan sanksi Iran disebabkan oleh pengembangan senjata nuklir negara itu.

Faucon dalam tulisannya menegaskan kedua negara telah menepikan perbedaan mereka khususnya terkait Suriah, di mana Rusia dan Iran mendukung dua kubu berbeda.

“Hubungan Rusia dan Iran akan membantu kedua negara mengurangi dampak sanksi Barat dengan menemukan pasar baru untuk produk mereka dan meningkatkan kerja sama militer,” tuturnya.

Menurut artikel itu, secara keseluruhan perdagangan bilateral Rusia dan Iran pada tahun ini naik 10 persen.

Pada tahun 2021, perdagangan antara kedua negara melonjak 80 persen lebih tinggi menjadi 4 miliar dolar AS atau setara Rp52 triliun.

Baca juga: KERAS! Taiwan Sebut China dan Rusia Ganggu Tatanan Dunia di Depan Amerika, Bukan Tanpa Alasan

Rusia Perkuat Militer di Arktik

Amerika Serikat (AS) berencana menunjuk seorang duta besar untuk Arktik.

Sebelumnya, Rusia dilaporkan telah membuka kembali ratusan pangkalan militer era Soviet di kawasan tersebut, menurut Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, pada Jumat lalu.

Dilansir Al Jazeera, pergerakan ini mencerminkan kepentingan strategis dan komersial di Arktik karena esnya yang menyusut membuka jalur laut baru dan sumber daya minyak dan mineral yang luas. 

"Kawasan Arktik yang damai, stabil, makmur, dan kooperatif adalah sangat penting dan strategis bagi Amerika Serikat," kata Departemen Luar Negeri AS.

"Sebagai salah satu dari delapan negara Arktik, Amerika Serikat telah lama berkomitmen untuk melindungi keamanan nasional dan kepentingan ekonomi kami di kawasan, memerangi perubahan iklim, mendorong pembangunan dan investasi berkelanjutan, dan mempromosikan kerja sama dengan Negara Arktik, Sekutu, dan mitra," jelasnya.

Delapan negara Arktik adalah Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, Rusia, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Stoltenberg memperingatkan soal kemampuan militer Rusia di Arktik yang bisa menimbulkan tantangan strategis bagi aliansi 30 negara.

Baca juga: Rusia Hadirkan Neraka di Hari Kemerdekaan Ukraina, Amerika Serikat Siap Kirimkan Kado

Rencana China

Invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan kekhawatiran AS dan sekutunya tentang ambisi Moskow di seluruh dunia.

China yang mengaku sebagai negara dekat Arktik, juga memiliki ambisi di kawasan tersebut bahkan berencana membangun "Jalan Sutra Kutub".

China mengincar sumber daya mineral dan rute pengiriman baru saat lapisan es surut dengan meningkatnya suhu.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat lalu, Departemen Luar Negeri mengatakan Presiden Joe Biden berencana meningkatkan kepentingan daerah itu dalam pemerintah AS dengan mencalonkan seorang duta besar untuk wilayah Arktik.

Tidak disebutkan siapa yang akan dicalonkan.

"Arktik secara strategis penting untuk keamanan Euro-Atlantik," kata Stoltenberg dalam konferensi pers di sebuah pangkalan udara di Kanada.

Ia menegaskan, bergabungnya Finlandia dan Swedia, berarti tujuh dari delapan negara Arktik akan menjadi anggota NATO.

"Jalur terpendek ke Amerika Utara untuk rudal dan pembom Rusia adalah melalui Kutub Utara," dia memperingatkan.

"Ini membuat peran NORAD menjadi vital bagi Amerika Utara dan karena itu juga bagi NATO."

Baca juga: Amerika Serikat Mulai Khawatir Imbas Perang Rusia vs Ukraina, Perintahkan Warganya Mengungsi

NORAD adalah Komando Pertahanan Luar Angkasa Amerika Utara, sebuah organisasi AS-Kanada.

Stoltenberg juga menyatakan keprihatinan tentang jangkauan China ke Kutub Utara untuk ekspedisi dan eksplorasi sumber daya, dengan rencana untuk membangun armada pemecah es terbesar di dunia.

"Beijing dan Moskow telah berjanji untuk mengintensifkan kerja sama praktis di Kutub Utara. Ini merupakan bagian dari kemitraan strategis yang semakin dalam yang menantang nilai-nilai dan kepentingan kita," kata Stoltenberg.

NATO, katanya, harus merespons dengan peningkatan kehadiran di ujung utara dan investasi dalam kemampuan baru.

Dia mencatat perubahan iklim menimbulkan "tantangan keamanan" baru yang membutuhkan pemikiran ulang mendasar dari postur Arktik NATO.

"Perubahan iklim membuat dataran tinggi menjadi lebih penting karena es mencair dan menjadi lebih mudah diakses baik untuk kegiatan ekonomi maupun untuk kegiatan militer," jelasnya.

Arktika atau Arktik adalah wilayah yang berada di sekitar Kutub Utara Bumi.

Arktik termasuk bagian dari Rusia, Alaska, Kanada, Greenland, Islandia, Lapland, Norwegia, dan juga Samudra Arktik. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AS Bakal Tunjuk Dubes Arktik, Cegah Ancaman Rusia di Wilayah Kutub Utara, https://www.tribunnews.com/internasional/2022/08/28/as-bakal-tunjuk-dubes-arktik-cegah-ancaman-rusia-di-wilayah-kutub-utara?page=all

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved