Berita Balikpapan Terkini

Kepala LLDIKTI Wilayah XI Tegaskan Perguruan Tinggi Untuk Jalankan Program MBKM

LLDIKTI Wilayah XI, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si, menegaskan Perguruan Tinggi agar dapat menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA
Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XI pada sambutan siaran pers yang dilakukan secara daring. (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKAPAPAN - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si, menegaskan Perguruan Tinggi agar dapat menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Disampaikan oleh Akbar, tentang pentingnya program MBKM bagi mahasiswa, karena program ini memberikan leluasan guna mengeksplore bakat minat mahasiswa.

"Dimaksudkan untuk menciptakan kapasitas yang lebih luas sehingga tidak terkungkung pada penyelesaian kurikulum yang sudah diatur sedemikian rupa," ujar Akbar pada siaran pers yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom, pada Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Harga Telur Masih Tinggi, Kebutuhan Telur Ayam di Balikpapan Masih Mencukupi

Lanjut dalam penyampaiannya, mengingat dunia kerja yang semakin kompetitif, perubahan sosial budaya yang sedemikian rupa pesatnya, sehingga kompetensi mahasiswa harus dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi dunia kerja dimasa mendatang.

Akbar menuturkan, program studi kampus dipersilahkan untuk membuat kurikulum yang lebih fleksibel, yang memungkinkan mahasiswa bisa memperoleh SKS diluar prodi.

"Salah satu contohnya, bisa berbentuk kegiatan seperti kampus mengajar di pelosok, guna mengasah keterampilan mahasiswa," tukasnya.

"Jadi setelah 5 tahun semester belajar teori, mahasiwa diperbolehkan mengimplementasikan ilmunya untuk membantu sekolah yang kekurangan guru," tambahnya.

Baca juga: Waspadai Lini Sayap Persipura Jayapura, Pelatih Persiba Balikpapan Tak Mau Terjebak

Kendati demikian, Akbar menuturkan kegiatan tersebut dibimbing oleh dosen sehingga mahasiswa tidak diterjunkan tanpa pengawasan.

"Jadi kampus membuat kegiatan sekaligus membuat bagaimana tata cara pendampingannya, karena akan dikonversi ke dalam perolehan SKS," tuturnya.

Hal ini disampaikan oleh Akbar, untuk menunjang serta melengkapi kebutuhan mahasiswa baik dalam proses belajar mengajar dikampus, maupun ketika sudah selesai kuliah.

Baca juga: Jelang Lawan Persipura di Liga 2, Pemain Persiba Balikpapan Gembira Main di Kandang

"Harapannya agar mereka segera mendapatkan pekerjaan atau dapat membuka lapangan kerja," ucapnya.

Dengan adanya hal ini, Akbar menilai perlu adanya internalisasi serta menghimbau untuk menghargai mahasiswa yang ingin belajat diluar dari prodi.

"Ayo, hargailah mahasiswa, yang ingin memperoleh pengalaman belajar diluar dari prodinya, tetapi dalam konteks kolaborasi dengan kampus atau kaprodi yang digeluti oleh mahasiswa yang bersangkutan," tutupnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved