Berita Kukar Terkini
Bupati Kukar Edi Damansyah Respon Kenaikan BBM, Siap Kawal Penyaluran Bantuan
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah memberi respon terhadap permintaan Presiden Joko Widodo.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah memberi respon terhadap permintaan Presiden Joko Widodo.
Diketahui, kepala negara itu meminta agar pemerintah daerah (Pemda) menyisihkan dua persen alokasi dana transfer umum.
Pemda diminta mengelola dana sebesar Rp 2,17 triliun untuk membantu sektor transportasi di daerah masing-masing.
Alokasi dana itu dapat digunakan sebagai bantuan untuk para pengemudi angkutan umum, ojek online (ojol), maupun para nelayan.
Baca juga: Sempat Terjadi Aksi Dorong, Pengunjuk Rasa Tuntut Kehadiran Walikota Balikpapan Rahmad Masud
Pemerintah pusat meminta agar pemerintah daerah ikut melindungi daya beli masyarakat pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menyiapkan bantuan ini.
"Kebijakan kenaikan BBM kita kawal di Kukar. Kami pasti mengawal kebijakan nasional agar bisa terimplementasi dengan baik di sini," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Senin (5/9/2022).
Untuk mengimplementasikan kebijakan terkait penyaluran bantuan tersebut, Edi memastikan pihaknya akan memperkuat sinkronisasi data.
Baca juga: Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM di Balikpapan, Berikut Tuntutan Mahasiswa
Hal ini sebagai upaya agar kebijakan lokal di Kukar dengan dunia usaha dalam menyikapi kebijakan nasional bisa tepat sasaran.
"Kami fokus benahi data dulu. Kebijakan Pemkab dan dunia usaha, bahkan kebijakan nasional jangan sampai tidak tepat penerimanya," jelas Edi Damansyah.
Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat telah menaikkan harga tiga jenis BBM, yakni Pertalite, solar, dan Pertamax per Sabtu, (3/9/2022) lalu.
Baca juga: Pasca BBM Naik, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kukar Belum Terpengaruh
Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
Kenaikan harga BBM ini menimbulkan gejolak dan banyak dikeluhkan masyarakat. Sebab, akan berdampak kepada kenaikan sejumlah harga komoditas tertentu. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Bupati-Kutai-Kartanegara-Edi-Damansyah76.jpg)