Berita Nasional Terkini

Buntut Kenaikan Harga BBM, Nasir Djamil di ILC Sebut Masalah Negara Dibebankan kepada Rakyat

Nasir Djamil di ILC mengaku bahwa kenaikan harga BBM memperlihatkan pemerintah lupa pada filosopi dalam bernegara.

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Indonesia Lawyers Club
Anggota DPR RI F-PKS, Nasir Djamil saat tampil di acara Indonesia Lawyers Club membahas tentang kenaikan harga BBM. 

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota DPR RI F-PKS, M Nasir Djamil di Indonesia Lawyers Club (ILC) mengaku bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memperlihatkan pemerintah lupa pada filosofi dalam bernegara.

Berdasarkan alinea ke-4 dalam UUD 1945, disebutkan Nasir Djamil kepada Karni ILyas dan bintang tamu ILC lainnya kalau itu bunyinya sangat jelas, bahwa di antara tujuan kita bernegara adalah memajukan kesejahteraan umum, serta diujungnya berbunyi keadilan sosial.

Diketahui, kenaikan harga BBM baru-baru ini mendapat penolakan keras dari masyarakat karena dianggap memberatkan hidup mereka terutama bagi kalangan bawah.

"Kita kehilangan esensi bernegara, sehingga selalu dilihat dengan angka-angka. Kita lupa dengan masyarakat terutama yang di bawah. Sehingga apa yang terjadi? Yang terjadi hari ini, yang kami lihat negara menjadi sumber masalah," kata Nasir Djamil dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Sabtu (10/9/2022).

"The Problem of the State, negara itu menjadi sumber masalah. Jadi masalah negara dibebankan kepada rakyat, masalah negara di bidang hukum, dampaknya terhadap masyarakat, masalah negara di bidang ekonomi, dampaknya terhadap masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Desmond Mahesa di ILC: Kasus Brigadir Joshua dan KM 50 By Design, Tapi Kultur yang Buat Jadi Lain

Melihat kondisi saat ini yang dirasakan rakyat, Nasir Djamil mengaku kalau PKS sendiri sudah mengingatkan pemerintah terkait BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar.

Alasanya adalah PKS sangat sadar akan masalah masyarakat setelah dunia termasuk Indonesia dilanda Covid-19.

"Dua tahun lebih pandemi ini yang membuat kita jadi pesakitan, itu telah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan, ditambah lagi dengan kenaikan BBM bersubsidi," ujar Nasir Djamil.

Baca juga: Karni Ilyas dan Susno Duadji di ILC Kompak Minta pada DPR agar Kompolnas Diperkuat Lagi Wewenangnya

Adanya kebijakan baru tersebut, diumpamakan Nasir Djamil jika Indonesia yang baru saja ulang tahun kemerdekaan pada 17 Agustus dan rakyat langsung diberikan hadiah kenaikan harga BBM pada 3 September 2022.

"Jadi ini kan ada sesuatu yang antagonis, diharapkan semakin bertambah usia negara ini, bertambahlah kemakmuran masyarakat kita, berkurang lah kesedihan yang dialami masyarakat," ucap Nasir Djamil .

Flashback ke belakang, Nasir Djamil mengaku bahwa sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono , PKS ikut mengkritisi kenaikan harga BBM walaupun terpaksa harus kehilangan kursi di kabinet SBY.

Oleh karena itu, PKS sebagai salah partai politik yang ada di DPR RI tetap berusaha menjaga 3 bandul besar yaitu, kebangsaan, kerakyatan dan keumatan.

Simak video selebihnya:

(TribunKaltim.co/Justina)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved