Berita Nasional Terkini

PANAS! Prajurit TNI Respon Kicauan Effendi Simbolon, Andika Perkasa dan Dudung tak Pernah Komando

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman tak komando prajurit TNI respon kicauan Effendi Simbolon.

Kolase Tribunkaltim.co / Tribunnews/ Irwan Rismawan
Effendi Simbolon dan Andika Perkasa/Dudung Abdurrachman - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman tak komando prajurit TNI respon kicauan Effendi Simbolon. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sosok Effendi Simbolon jadi sorotan belakangan ini.

Usai dirinya menyebut TNI merupakan sekelompok gerombolan.

Beredar video di media sosial prajurit TNI merespon untuk kemudian meminta Effendi Simbolon mengfklarifikasi maksud dari perkataannya.

Bahkan beberapa pernyataan petinggi TNI di daerah terekam di berbagai platform media.

Namun dari pernyataan resmi insititusi TNI, menyatakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman tak pernah komando prajurit TNI respon kicauan Effendi Simbolon.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari mengatakan kemungkinan apa yang beredar itu merupakan reaksi spontan prajurit.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Terjawab Sudah Siapa Pengganti Jenderal Andika Perkasa? Inilah 3 Nama yang Menguat jadi Panglima TNI

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari menanggapi video dan pernyataan dari beberapa prajurit TNI terkait ucapan Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon terkait prajurit TNI.

Pernyataan Effendi yang dimaksud disampaikan pada saat Rapat Komisi I DPR RI bersama jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan pada 5 September 2022 lalu.

Hamim mengatakan saat ini siapapun bisa menyampaikan dan mengakses apapun melalui medsos.

"Tetapi saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," kata Hamim ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (13/9/2022).

Ia menduga video dan pernyataan yang beredar di media sosial tersebut merupakan reaksi spontan baik dari prajurit maupun masyarakat.

"Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," kata Hamim.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com pada Selasa (13/9/2022), beredar video di media sosial berisi pernyataan sejumlah prajurit TNI yang tidak terima atas pernyataan Effendi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved