Selasa, 14 April 2026

Banjir dan Longsor di Kota Samarinda

BMKG Ingatkan Curah Hujan Tinggi Guyur Samarinda hingga 17 September, Banjir dan Longsor Mengancam

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memberikan peringatan bahwa curah hujan tinggi mengguyur Kota Samarinda secara merata dalam 3 ha

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Beberapa ruas jalan di Kota Samarinda masih terendam banjir cukup dalam, Rabu (14/9/2022). BMKG memberikan peringatan bahwa hingga 17 September 2022, curah hujan tinggi akan mengguyur kota Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memberikan peringatan bahwa curah hujan tinggi mengguyur Kota Samarinda secara merata dalam 3 hari ke depan atau sampai 17 September 2022 mendatang.

Sehingga musibah banjir dan longsor masih jadi ancaman bagi warga Samarinda, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.50 WITA.

Namun terpantau hingga saat ini sejumlah wilayah di Kota Samarinda masih terendam banjir.

Bahkan dari berbagai sumber informasi, di beberapa kawasan debit air masih terus meningkat.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Samarinda, Polisi Bantu Evakuasi dan Beri Makan Warga

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Samarinda, Suwarso menyebutkan ada 31 titik banjir yang merendam Kota Tepian ini.

Meski beberapa di antaranya terpantau sudah mengalami penurunan debit air, namun masih ada kawasan yang terendam banjir cukup tinggi.

"Kami sudah lakukan evakuasi di beberapa lokasi sambil terus memantau pergerakan air," kata Suwarso saat dikonfirmasi TribunKaltim.co.

Tidak hanya banjir, Suwarso juga menyebutkan ada 18 titik longsor terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur ini.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda untuk tetap waspada adanya longsor susulan.

"Karena cuaca masih tidak menentu. Bahkan BMKG sudah menyampaikan untuk tetap waspada hingga tanggal 17 nanti. Sebab curah hujan cukup tinggi dan merata," ucapnya memperingatkan.

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Samarinda Sebut Penanggulangan Banjir Akan Maksimal Jika Berkelanjutan

Selain itu, lanjutnya, pihaknya telah memasang rambu-rambu di sejumlah daerah yang dinyatakan rawan longsor.

"Terutama di kawasan tebing dan perbukitan yah," imbuhnya.

Ditanya mengenai kawasan yang paling rawan longsor, mantan Camat Palaran ini mengatakan semua wilayah Kota Samarinda rawan.

"Tidak hanya yang di tepi tebing. Tempat pematangan lahan, tidak memperhatikan Amdal, pengelolaan lingkungan yang semrawut dan kawasan tambang ilegal semua itu rawan longsor," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved