Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bontang Terkini

Pasca Kenaikan BBM, Harga Material Ikut Melambung, Pengusaha Rekanan Pemkot Bontang Terancam Merugi

Setelah barang dan jasa transportasi, kini giliran harga sejumlah material di Bontang ikut melambung tinggi pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tayang:
Penulis: Ismail Usman |
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi proyek konstruksi Bontang City Mall. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Setelah barang dan jasa transportasi, kini giliran harga sejumlah material di Bontang ikut melambung tinggi pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kenaikan harga material ini pun membuat para pengusaha lokal yang merupakan rekanan pemerintah terancam merugi.

Pasalnya kenaikan harga material diperkirakan mencapai 20 persen lebih.

Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Bontang, Amriadi mengatakan, kontraktor yang menjadi rekanan pemerintah tentunya mengacu pada harga lama.

Akibatnya para pengusaha terancam merugi lantaran selisih harga meterial saat ini cukup tinggi.

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Pasca Tarif BBM Naik, Pemkab PPU Bakal Gelar Operasi Pasar

Misalnya seperti harga material pasir yang sebelumnya dijual per ritnya hanya Rp 800 ribu, kini naik jadi Rp 1 Juta.

Begitu pun dengan harga batu gunung juga naik dari Rp 800 ribu, jadi Rp 1 Juta.

Amriadi pun berharap agar pemerintah yang merupakan pemberi kerja dapat mengevaluasi satuan harga material dalam kontrak lama.

“Naiknya drastis sampai 25 persen. Jadi kalau tidak dievaluasi itu harga, pastinya merugi dong pengusaha,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Terpisah, salah satu pemilik toko material di Bontang, Basrah mengakui jika sejumlah harga bahan bangunan kini naik kendati beban opersasi biaya pengiriman barang ke Bontang juga naik.

Baca juga: Pasca BBM Naik, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kukar Belum Terpengaruh

Selain pasir, harga material yang ikut naik yakni semen, batu koral, batako dan beberapa barang lainya.

Untuk semen biasanya dijual per sak hanya Rp 63 ribu, kini sekarang naik jadi Rp 65 hingga 70 ribu.

Sedangkan batu koral dari harga sebelumnya hanya Rp 400 ribu, kini naik jadi Rp 480 ribu.

Kemudian harga batako juga ikut naik dari sebelumnya hanya Rp 1.500, kini jadi Rp 2.000 per biji.

“Terpaksa harus naik, karena kita keluarkan biaya tambahan untuk pengiriman. Belum lagi sekarang pekerja di toko saya juga mulai protes soal gaji. Karena pasti mereka juga terdampak,” tuturnya.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Tarif Kapal Jalur Sungai Mahakam Naik

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved