Berita Kaltim Terkini

Penggunaan BBM Subsidi di Kaltim, Pertamina Catat Nopol Kendaraan dan Scan QR Code

Sebagai upaya menjaga pasokan BBM Subsidi agar tepat sasaran, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mulai menerapkan sistem

Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Mobil mengisi bahan bakar minyak di SPBU Balikpapan Utara, Kalimantan Timur pada 11 September 2022 siang. Pertamina mengajak masyarakat mampu untuk mengkonsumsi bahan bakar non subsidi yakni Pertamax Series dan Dex Series, agar BBM Subsidi dapat disalurkan tepat sasaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebagai upaya menjaga pasokan BBM Subsidi agar tepat sasaran, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mulai menerapkan sistem pencatatan nomor polisi (nopol) kendaraan.

Hal ini dilakukan oleh petugas SPBU di wilayah Kalimantan.

Sistem pencatatan nopol ini berfungsi untuk memastikan identitas kendaraan dan jumlah BBM subsidi yang dibeli sesuai dengan aturan yang berlaku serta tepat sasaran.

Namun bagi masyarakat yang sudah mendaftar program subsidi tepat dan memiliki Barcode/ QR Code.

Baca juga: Cegah Penyelewengan BBM Bersubsidi di Samarinda, Pertamina Berlakukan Alat EDC

Pengendara cukup menunjukkan barcode tersebut kepada operator untuk dilakukan scan melalui alat EDC sebelum membeli BBM Subsidi.

Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria, Jumat(16/9/2022) kepada TribunKaltim.co.

Membenarkan bahwa Pertamina mulai membiasakan pelayanan dengan sistem pencatatan nopol maupun penggunaan barcode subsidi tepat.

Apabila masyarakat sudah mendaftar di subsiditepat.mypertamina.id dan sudah menerima QR Code atau barcode.

Baca juga: Pertalite Tak Sesuai Peruntukan, Organda Kutim Minta Pemerintah dan Pertamina Sematkan Pemberitahuan

"Maka pengendara cukup menunjukkan barcode tersebut di setiap transaksi BBM Subsidi,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa barcode tersebut sudah berisi identitas kendaraan sehingga tidak perlu lagi dilakukan pencatatan nopol. “Apabila sudah memiliki barcode maka tinggal tunjukkan ke operator SPBU, lebih mudah dan tidak memakan waktu. Hal ini agar masyarakat terbiasa bertransaksi dengan scan barcode jika suatu saat nanti diterapkan,” tegas Satria.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved