Berita Paser Terkini

Sopir AKDP Plat Kuning di Paser Dukung Penerimaan Fuel Card, Minta Stok BBM di SPBU Selalu Ada

Pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk angkutan umum telah diberlakukan sejak pekan lalu.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk angkutan umum telah diberlakukan sejak pekan lalu.

Langkah tersebut dilakukan agar pendistribusian BBM Subsidi merata dan tepat sasaran, yang disambut baik sopir angkutan, karena mekanisme pendistribusiannya menggunakan Fuel Card atau kartu kendali, Minggu (18/9/2022).

Sopir Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) khusus minibus Colt L300 dengan trayek Paser-Penajam Paser Utara (PPU) mengharapkan ada kebijakan khusus untuk kendaraan plat kuning.

"Pembelian dalam sehari maksimal 40 liter, sementara sekali trayek Paser-PPU yang menghabiskan 35 liter solar," kata salah satu Sopir Colt L300, Ramli.

Baca juga: Bagaimana Cuaca di Paser Hari Ini, Minggu 18 September 2022? Sebagian Besar Wilayah Cerah Berawan

Ia maupun sopir lainnya tak mempersoalkan meski hanya dijatah 40 liter dalam sehari atau hanya sekali beli saja.

Namun dengan catatan, ketersediaan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu ada.

"Tidak masalah dijatah, tapi setiap hari datanglah itu solar. Karena biasanya hari ini datang, besoknya tidak datang. Jadi lebih kepada masalah ketersediaan solarnya," bebernya.

Solar yang dibeli dijatah 40 liter dalam sehari, dalam sekali trayek menghabiskan 35 liter sementara ketersedian solar tak setiap hari ada di SPBU.

Baca juga: DPMPTSP Paser Gandeng Tenaga Ahli Pasdaloka Unmul Susun Potensi Investasi

Otomatis, sopir lainnya mau tidak mau harus libur hingga pasokan solar kembali tersedia di SPBU.

"Enggak ada pekerjaan lain, hanya sopir sehari-hari. Kalau dalam satu hari tak narik (kerja) bagaimana nasib kami. Mungkin kendaraan plat kuning seperti kita bisa diprioritaskan dan dipertimbangkan lagi untuk batas pengisiannya. Ini juga menyangkut pelayanan umum," harap Ramli.

Sebelum rapat pembahasan pembatasan pembelian BBM dengan kartu kendali, dikatakan Ramli jika sebelumnya telah lebih dulu melakukan komunikasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Dimana saat itu sopir angkutan plat kuning menginginkan agar dijatah 50 liter setiap harinya.

Baca juga: Gunung Embun Layak Jadi Venue Paralayang, Disporapar Paser Perlu Atasi Masalah Landing di 2 Lokasi

"Itu yang menjadi permintaan kami, pada akhirnya dijatah 40 liter katanya biar merata," sebutnya.

Adapun untuk penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) di Kabupaten Paser disalurkan melalui SPBU Tepian Batang, SPBU Paser Belengkong, SPBU Batu Kajang, dan SPBU Lori.

"Memang banyak SPBU, tapi untuk solar subsidi enggak semua. Setiap SPBU harus diberikan subsidilah, buat kita-kita kendaraan plat kuning," tutup Ramli. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved