Berita Berau Terkini

Kabupaten Berau Terima 200 Vial Vaksin PCV, Bisa Sasar 800 Orang

Sebanyak 200 vial vaksin Pnemococcal Conjugate Vaccine (PCV) diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Berau Garna Sudarsono.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI 

TRIBUNKALTIM.CO.TANJUNG REDEB- Sebanyak 200 vial vaksin Pnemococcal Conjugate Vaccine (PCV) diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Berau Garna Sudarsono.

Garna mengatakan dengan jumlah 200 vial tersebut, bisa untuk 800 orang, dengan rentan usia 2 hingga 14 bulan, vaksin PCV ini, merupakan cara tepat untuk mencegah penyakit pneumonia karena imunisasi PCV dapat melindungi sang buah hati dari bakteri Streptococcus pneumoniae.

Vaksin ini relatif aman dan efektif untuk melindungi anak dari penyakit akibat bakteri Pneumokokus tersebut.

“Vaksin untuk mencegah penyakit pneumonia atau radang paru-paru pada bayi,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Semarak HUT Hotel Blue Sky Balikpapan, Adakan Donor Darah, Vaksin Hingga Open House

Baca juga: Pfizer atau Moderna yang Paling Ampuh? Inilah Perbandingan Efektivitas Vaksin Virus Corona Terbaru

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Vaksin Booster di Kutai Kartanegara Hari Ini, Kamis 22 September 2022

Lebih lanjut ia menjelaskan, infeksi bakteri pneumokokus lebih sering menyerang anak di bawah usia 5 tahun dan lansia di atas 50 tahun.

Oleh karena itu, anak-anak dan lansia dianjurkan untuk menerima vaksin PCV. Selain itu, vaksin PCV juga perlu diberikan kepada orang yang memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu.

“Ini salah satu contohnya, yakni daya tahan tubuh lemah, misalnya karena infeksi HIV, penyakit autoimun, dan efek samping kemoterapi,” bebernya.

Ia mengatakan, meski penting untuk diperoleh, pemberian vaksin PCV sebaiknya ditunda untuk ibu hamil, kecuali jika dokter telah menilai bahwa manfaat dari pemberian vaksin lebih besar daripada risikonya bagi kehamilan.

Selain itu, vaksinasi PCV sebaiknya ditunda dulu bila orang yang akan menerimanya sedang sakit, seperti flu atau demam.

Vaksin PCV juga perlu diwaspadai pada orang yang memiliki riwayat alergi atau reaksi anafilaktik terhadap vaksin tertentu.

“Sama seperti pengecekan kesehatan juga. Jadi tidak sembarang vaksin,” sambungnya.

Baca juga: Ketimbang Bayar Rp 900 Ribu, Dinkes Kutim Ajak Orangtua Ikut Vaksin PCV Gratis

Ia mengatakan, vaksin dengan jumlah 200 vial ini masih tahap pertama.

Untuk jumlah berapa penerima di Berau, ia mengatakan, pihak Dinkes bersama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) terus melakukan pendataan.

“Pendataan masih terus dilakukan. Sudah sebagian yang kita vaksin tentunya,” pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved