Berita Balikpapan Terkini

Kodam VI/Mulawarman Minimalisir Angka Stunting, Pangdam dan Istri Dianugerahi Predikat Orangtua Asuh

Sebagaimana program pemerintah, Kodam VI/Mulawarman menekan angka stunting yang berada di Kaltim, Kaltara, dan Kalsel

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Giat Kodam VI/Mulawarman bertajuk Kampanye Percepatan Penurunan Stunting dan Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Balikpapan, Senin (26/9/2022).TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN– Sebagaimana program pemerintah, Kodam VI/Mulawarman menekan angka stunting yang berada di Kaltim, Kaltara, dan Kalsel.

Hal tersebut dilakukan oleh Kodam VI/Mulawarman dalam menekan angka stunting di wilayahnya.

Sebagai informasi, wilayah Kodam VI/Mulawarman sendiri mencakup tiga provinsi, mulai dari Kaltara, Kaltim, dan Kalsel.

Dan masing-masing wilayah memiliki persoalan stunting yang dinilai perlu diatasi demi mencapai Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan bahwa angka stunting di wilayahnya cukup tinggi, yakni sekitar 3.800 anak.

Baca juga: Penanggulangan Stunting di Samarinda Tertinggi se-Kaltim, Wawali Sebut Jadi Tantangan bagi Pemkot

Baca juga: Irau Manutung Jukut, Jadi Ajang Promosi Gemar Ikan dan Cegah Stunting di Berau

Baca juga: 55 RT di Lok Tuan Bontang Patungan Pakai Uang Dana Stimulan Atasi Stunting

Melalui jajarannya, ia menekan agar stunting dapat ditekan setidaknya hingga 14 persen.

"Tentunya kita mengajak tidak hanya pemerintah, tapi juga perusahaan untuk menyalurkan CSR kesitu (pengentasan stunting)," sebut Tri Budi, Senin (26/9/2022).

Karena tekadnya tersebut, Mayjen TNI Tri Budi beserta istri dianugerahi sebagai bapak dan ibu asuh bagi anak-anak stunting oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Meski begitu, ia menegaskan, program pengentasan stunting ini bukan hanya program dari Kodam VI Mulawarman. Namun menjadi atensi bagi TNI mengingat sudah menjadi program pemerintah.

"Harapannya ke depan tidak ada lagi anak stunting. Sehingga pada tahun 2045, kita punya SDM berkualitas," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor menambahkan, sejatinya capaian kesejahteraan di Kaltim secara nasional sudah di atas rata-rata.

Namun dua hal yang kaitannya dengan stunting, berada di bawah garis rata-rata secara nasional.

"Cuma dua yang masih belum dicapai, masih dibawah rata-rata nasional. Kematian ibu melahirkan dan bayi lahir. Itu sama kayak penyebab stunting, sebabnya kekurangan gizi," paparnya.

Baca juga: Cegah Stunting, Dinkes Imbau Para Calon Pengantin Periksa Kesehatan 3 Bulan sebelum Menikah

Karenanya, ia mengajak bagi para calon pasutri agar memperhatikan kelayakan sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. Utamanya kecukupan umur dan kesehatan.

"Saran kepada masyarakat agar menjaga kesehatannya. Sebelum nikah, makan yang sehat, umur yang cukup agar kualitas sperma bagus. Kalau sudah sehat, baru betunjuk," tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved