Berita Kutim Terkini

Berantas Nyamuk DBD di Kutai Timur Harus dari Jentik

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
HO/PEMKAB KUTIM
Kegiatan fogging oleh personel Koramil 0909-01 di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Oleh karenanya, penting untuk memperhatikan tempat-tempat yang menampung air untuk memastikan nyamuk jenis ini tidak berkembang biak dan menularkan penyakit mematikan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal melalui Kabid P2P, Muhammad Yusuf mengatakan bahwa Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus dilakukan untuk mencegah penyakit DBD.

Khususnya di Kabupaten Kutim yang angka DBD nya mencapai 174 kasus dan satu kasus meninggal dunia.

Baca juga: Tekan Peningkatan Kasus DBD di Balikpapan, Dinkes Distribusikan Larvasida serta Kelambu Air 

Sehingga langkah-langkah pencegahan harus ditingkatkan.

Masyarakat juga harus berpartisipasi dengan memperhatikan lingkungan di sekitar rumah.

"Memastikan tidak ada tampungan air yang menjadi sarang nyamuk," ujarnya pada TribunKaltim.co.

Untuk pemberantasan sarang nyamuk sendiri sangat mudah dilakukan dan bisa diterapkan di mana saja melalui 3M.

Yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas pakai.

Fenomena demam berdarah patut diwaspadai.
Fenomena demam berdarah patut diwaspadai. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Selebihnya, jika penampungan air tidak memungkinkan untuk dikuras dan ditutup, maka perlu memasukkan obat pembunuh jentik nyamuk (Abate).

Terdapat opsi lain untuk membunuh nyamuk, yakni dengan fogging yakni tindakan pengasapan dengan bahan pestisida ke rumah-rumah penduduk.

Baca juga: 6 Gejala Demam Berdarah yang Perlu Anda Waspadai dan Cara Penanganan DBD pada Anak dan Orang Dewasa

Tetapi fogging ini memberikan kenyamanan semu, setelah di fogging mungkin masyarakat akan merasa aman, karena tidak ada nyamuk.

"Tapi sementara saja, besok nyamuk-nyamuk sudah ada lagi," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved