Pilpres 2024
Jika Anies Diusung Capres 2024, Nasdem Minta Komitmen soal IKN, Boleh Direvisi tapi tak Boleh Gagal
Jika Anies Baswedan diusung sebagai capres 2024, Nasdem minta komitmen terkait IKN Nusantara Kaltim. Boleh direvisi tapi tidak boleh gagal.
TRIBUNKALTIM.CO - Nama Anies Baswedan santer disebut bakal diumumkan sebagai capres yang bakal diusung Partai Nasional Demokrat ( Nasdem ) bersama koalisinya.
Sebelum Nasdem diumumkan, politisi Nasdem, Zulfan Lindan meminta komitmen Anies Baswedan terkait pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur ( Kaltim ).
Menurut politis Nasdem tersebut, Anies Baswedan harus melanjutkan IKN Nusantara di Kaltim jika nanti diusung sebagai capres di Pilpres 2024.
Zulfan Lindan tegas meminta Anies Baswedan agar pembangunan IKN Nusantara di Kaltim tidak boleh gagal meski ia mempersilakan untuk melakukan revisi yang diperlukan.
Lebih lanjut Zulfan Lindan mengatakan, “Kita minta Anies Baswedan komitmen bahwa pembangunan IKN harus terus jalan.
Boleh dalam perjalanannya direvisi atau dikoreksi, tapi realisasikan pembangunan IKN tidak boleh gagal.”
Menurut Zulfan Lindan, komitmen untuk melanjutkan pembangunan IKN ini bukan hanya dari Nasdem saja.
Komitmen melanjutkan pembangunan IKN Nusantara Kaltim kini sudah menjadi komitmen bersama dengan PKS dan Demokrat.
Baca juga: Menteri LHK Jamin Hutan Kaltim Hijau Kembali dengan Pembangunan IKN Nusantara
Oleh karenanya, komitmen pembangunan IKN harus benar-benar dijalankan oleh Anies jika nantinya terpilih menjadi capres.
“Kalau komitmen NasDem seperti itu, komitmen Demokrat, PKS seperti itu nanti, ya itu harus jalan, apa alasannya untuk tidak jalan?” kata Zulfan seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.tv.
Apalagi, lanjutnya, dengan kepemimpinan yang baru, ada kemungkinan situasi ekonomi akan semakin membaik.
“Setelah 10 tahun Presiden Jokowi nanti kan ketika presiden baru kan ada refresh.
Kalau ada refresh kan situasi lebih stabil, ekonomi lebih baik, kecil lah itu bangun IKN, berapa triliun sih, enggak ada yang sulit,” ujarnya.
“Kalau orang bicara stabilitas, hak asasi manusia, nanti kan 5 tahun ke depan setelah 2024 lebih bagus barangkali dan kemudian kepercayaan meningkat, investasi meningkat, ya kan.”
Selain soal pembangunan IKN, lanjut Zulfan, Partai NasDem dan partai koalisinya yakni Partai Demokrat dan PKS, memastikan soal kesamaan pandangan dan komitmen Anies dalam bertata negara.
Baik itu tentang ideologi, kebhinekaan, hingga bagaimana pandangannya terkait kelompok minoritas dan mayoritas di Indonesia.
Baca juga: Kejari Soroti Perkembangan Bidang Usaha dan Investasi Terkait Pembangunan IKN Nusantara
“Kemudian juga, tentu harus ada kesamaan pandangan dan komitmen soal ideologi, konstitusi, kebinekaan, NKRI,” ujar Zulfan.
“Kemerdekaan itu harus terjaga, kenyamanan itu baik minoritas mayoritas hidupnya nyaman dan damai, itu tugas pada capres mendatang, jangan bicara persoalan hanya pada proyek-proyek saja.”
PKS Tawarkan Kadernya Jadi Cawapres
Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.tv, Juru bicara (Jubir) PKS Muhammad Kholid mengatakan, pihaknya akan menawarkan kader terbaiknya untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) kepada Nasdem dan Partai Demokrat dalam menyongsong gelaran Pilpres 2024 mendatang.
Sejumlah kader yang ditawarkan PKS antara lain:
- mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher;
- mantan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno;
- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW;
- Presiden PKS Ahmad Syaikhu; dan
- Wakil Ketua Majelis Syuro Mohamad Sohibul Iman.
Baca juga: IKN Nusantara Mulai Dibangun, Rp 300 Triliun Aset di Jakarta Dipindahtangankan
"PKS ajukan beberapa nama misalnya Ahmad Heryawan yang berpengalaman sukses memimpin Jawa Barat selama 10 tahun.
Atau Irwan Prayitno yang berhasil pimpin Sumatera Barat selama 2 periode.
Atau Hidayat Nur Wahid, tokoh nasional yang memimpin MPR RI sudah 3 periode," kata Kholid kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).
"Selain ketiga tokoh di atas, ada juga Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Wakil Ketua Majelis Syuro Mohamad Sohibul Iman yang juga masuk daftar pilihan alternatif cawapres melengkapi pilihan ketiga kandidat sebelumnya," sambungnya.
Meski begitu, kata dia, PKS tak akan memaksakan kadernya untuk menjadi cawapres.
"Tentu kami juga sangat menghormati aspirasi dari Demokrat yang ajukan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Nasdem yang kabarnya akan ajukan Panglima TNI Andika Perkasa atau Khofifah Gubernur Jawa Timur," ujarnya.
Ia menjelaskan, Nasdem, Demokrat dan PKS akan setuju dengan pengusungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi capres pada Pilpres 2024.
"Kalau dari sisi capres, sosok Gubernur DKI Anies Baswedan muncul menjadi salah satu yang terkuat dalam pembahasan kami meskipun tidak menutup pada pilihan yang lain."
"Bagi PKS, meskipun Anies bukan kader tetapi Anies memiliki sejarah kebersamaan dengan PKS saat Pilkada DKI dan memimpin DKI. Kader-kader PKS juga bisa menerima sosok Anies," ujarnya.
Baca juga: Luar Biasa, Hasil Ekspor Batubara Kaltim Lebih dari Cukup Buat Bangun IKN Nusantara
(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Jika-Anies-Diusung-Capres-2024-Nasdem-Minta-Komitmen-soal-IKN-Boleh-Direvisi-tapi-tak-Boleh-Gagal.jpg)